Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Trina Mas Resmikan Pabrik Panel Surya Terbesar di Indonesia
Jumat, 20 Juni 2025 08:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Langkah besar menuju kemandirian energi bersih resmi dimulai dari Jawa Tengah. PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) hari ini meresmikan pabrik panel surya terintegrasi pertama dan terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industri Kendal, Kamis (19/6).
Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, didampingi jajaran direksi TMAI, pimpinan Sinar Mas Group, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Pabrik ini merupakan hasil kolaborasi antara Trina Solar Co Ltd, PT Daya Sukses Makmur Selaras (anak usaha Sinar Mas Group), dan PT PLN Indonesia Power Renewable.
Wakil Direktur Utama TMAI Lokita Prasetya menyebutkan, nilai investasi pabrik mencapai lebih dari Rp 1,5 triliun dan menyerap hingga 640 tenaga kerja lokal.
Baca juga : Haji Ma’ruf dan HKI: Menuju Bangkitnya Industri Indonesia
Selain menyerap tenaga kerja, pabrik ini juga menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi panel surya.
“Pabrik ini siap beroperasi dan sudah menggunakan teknologi i-TOPCon Advanced, yang mampu menghasilkan panel surya hingga 720 Wp per panel dengan efisiensi mencapai 23,2 persen, tertinggi di kelasnya,” ujar Lokita.
Dengan kapasitas produksi mencapai 1 gigawatt (GW), pabrik ini menjadi fasilitas panel surya terintegrasi terbesar di Tanah Air.
Bahkan, sebagian modul yang diproduksi tergolong sebagai salah satu panel terbesar di dunia.
Baca juga : Paman Sam Kembalikan Tiga Benda Cagar Budaya Indonesia
Managing Director Sinar Mas Ferry Salman menyatakan, kehadiran TMAI adalah bukti nyata dukungan sektor swasta terhadap program transisi energi nasional.
“Kami mengapresiasi pemerintah yang serius mengawal pengembangan energi baru dan terbarukan, khususnya tenaga surya. Ke depan kami ingin membangun ekosistem panel surya yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Ferry.
Direktur TMAI Ooi Kok Tiong menambahkan, pabrik ini dirancang untuk memperkuat hilirisasi industri energi surya dalam negeri, menciptakan rantai pasok secara horizontal (industri pendukung) maupun vertikal (produksi wafer, ingot, hingga smelter polisilikon).
“Pabrik ini berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen per tahun, dengan potensi menghasilkan Rp 3,7 triliun pada masa investasi dan Rp 1 triliun per tahun saat beroperasi penuh,” katanya.
Baca juga : Menperin Resmikan Pabrik Panel Surya Milik TMAI Di Kendal
Kehadiran pabrik ini tidak hanya mendukung transisi energi dan pengembangan ekonomi hijau, tapi juga menjadi tonggak penting dalam membangun ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Tak cuma investasi teknologi, tapi juga investasi untuk masa depan Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya