Dark/Light Mode

PT SGN Percepat Swasembada Gula Lewat Kemitraan Petani

Rabu, 2 Juli 2025 21:13 WIB
Sarasehan Kemitraan Gula Nasional 2025  digelar di Jakarta, Selasa (1/7/2025). (Foto: SGN)
Sarasehan Kemitraan Gula Nasional 2025 digelar di Jakarta, Selasa (1/7/2025). (Foto: SGN)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), perusahaan subholding gula di bawah PT Perkebunan Nusantara III (Persero), menegaskan komitmennya untuk mempercepat swasembada gula nasional lewat penguatan kemitraan petani tebu. Hal itu disampaikan dalam Sarasehan Kemitraan Gula Nasional 2025 bertema “Peningkatan Peran Petani Tebu dalam Mendorong Percepatan Swasembada Gula Nasional” yang digelar di Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Acara yang diinisiasi pemerintah bersama pemangku kepentingan industri gula ini menjadi forum strategis memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan asosiasi petani. Tiga sesi diskusi panel digelar untuk membahas strategi konkret guna meningkatkan daya saing dan kesejahteraan petani tebu.

Direktur Utama PT SGN Mahmudi menegaskan pentingnya kebijakan yang berpihak pada petani dan kemitraan yang kuat antara pabrik gula dan petani. “Acara ini penting untuk menyusun kebijakan yang menguntungkan petani, memperkuat pola kemitraan, dan mendorong produktivitas tebu lewat inovasi dan pendampingan teknis,” ujarnya.

Baca juga : Jemaah Haji Pulang Lewati Langit Qatar

Mahmudi menambahkan, penataan tata niaga gula dan penetapan harga acuan menjadi solusi nyata menjaga keberlanjutan usaha tani tebu. Petani butuh harga jual yang adil dan sistem distribusi efisien. 

“PT SGN mendukung penuh langkah ini,” imbuh Mahmudi.

Sesi pertama diskusi membahas strategi peningkatan kemitraan petani bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Deputi Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Widyastuti, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, serta Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Fatchuddin Rosyidi.

Baca juga : Presiden Optimistis Swasembada Energi Lebih Cepat, Ini Kontribusi Pertamina

Selanjutnya, panel membahas strategi pengendalian stok gula nasional untuk menjaga stabilitas harga di tingkat produsen. Diskusi menekankan pentingnya data akurat dan sistem logistik yang terintegrasi agar harga tetap terkendali, baik saat panen raya maupun di luar musim giling.

Sarasehan ini menjadi ajang penegasan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem industri gula yang berkelanjutan, berkeadilan, dan menempatkan petani sebagai pilar utama produksi nasional.

PT SGN atau Sugar Co dibentuk sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis gula PTPN Grup, berdasarkan Surat Menteri BUMN Nomor S-527/MBU/07/2021. Perusahaan resmi berdiri pada 17 Agustus 2021 dan masuk dalam daftar 88 Proyek Strategis Nasional (PSN).

Baca juga : Genjot Swasembada Energi

Dalam menjalankan transformasi bisnis, PT SGN mengonsolidasikan 36 pabrik gula dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan.

Langkah transformasi dilakukan melalui perbaikan proses pengolahan tebu (off farm), penguatan kemitraan budidaya (on farm), serta upaya peningkatan kesejahteraan petani dan produktivitas secara menyeluruh.

Dengan konsolidasi dan restrukturisasi tersebut, PT SGN bertekad mendorong terwujudnya swasembada gula nasional, mengurangi ketergantungan pada impor, serta menciptakan ekosistem industri gula yang lebih tangguh dan kompetitif

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :