Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
MIND ID Dan PT Timah Perkuat Tata Kelola Pertambangan Laut Lewat Kemitraan & Digitalisasi
Kamis, 5 Juni 2025 21:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam rangka mewujudkan tata kelola pertambangan timah yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan, MIND ID melalui PT Timah Tbk mengembangkan pola kemitraan penambangan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Kemitraan ini didukung oleh penerapan aplikasi Mining Control System (MCOS), sebuah sistem digital yang dirancang untuk mengatur proses pendaftaran dan pemilihan kemitraan secara transparan dan terstruktur.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen MIND ID terhadap implementasi prinsip good mining practice serta pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional PT Timah, khususnya di Bangka Belitung.
Sistem MCOS juga berperan sebagai alat pengawasan untuk menekan aktivitas pertambangan ilegal yang selama ini marak terjadi di wilayah pertambangan laut, termasuk di sekitar Kapal Isap Produksi.
Penambangan timah di laut merupakan sektor yang memiliki risiko tinggi terhadap praktik ilegal, sehingga memerlukan pendekatan berbasis tata kelola yang baik dan kolaboratif.
Baca juga : Biar Berfungsi Optimal, Jangan Lupa Dirawat Ya
Melalui kemitraan ini, masyarakat yang tergabung dalam skema pertambangan rakyat diberikan pembinaan agar beroperasi sesuai standar operasional prosedur (SOP) teknis dan mengutamakan keselamatan kerja.
Sebagai bentuk pengawasan dan dukungan terhadap inisiatif ini, Komisaris Utama MIND ID Fuad Bawazier bersama Direktur Utama Maroef Sjamsoeddin serta jajaran direksi dan komisaris MIND ID melakukan kunjungan kerja ke PT Timah Tbk Selasa (3/6/2025).
Dalam kunjungan tersebut, jajaran pimpinan meninjau langsung lokasi pertambangan laut dan unit-unit produksi, termasuk operasional kapal isap, untuk memastikan penerapan tata kelola perusahaan yang akuntabel dan transparan.
Pola kemitraan yang dijalankan PT Timah tidak hanya membuka akses ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan ekosistem industri timah yang produktif dan berkelanjutan.
BUMDes serta kelompok masyarakat yang telah memenuhi persyaratan perizinan sesuai regulasi dilibatkan dalam proses produksi.
Baca juga : bank bjb Tawarkan Diskon Kurban hingga Rp 500 Ribu Lewat Transaksi Digital
Setiap unit ponton dalam skema ini diwajibkan mempekerjakan tenaga kerja lokal sebagai operator dan pengawas, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara nyata oleh warga sekitar.
Maroef menyampaikan penguatan sistem ini mencerminkan komitmen MIND ID terhadap tata kelola yang baik, serta memastikan setiap manfaat kegiatan pertambangan dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar tambang, terutama di Bangka Belitung.
"Dengan pendekatan ini, MIND ID berharap model kemitraan dan pengawasan digital melalui MCOS dapat menjadi contoh praktik pertambangan yang berkelanjutan dan inklusif di Indonesia," kata Maroef dalam keterangannya, Kamis (5/6/2025).
Direktur Operasi dan Produksi PT Timah Nur Adi, menyampaikan bahwa aplikasi MCOS saat ini telah diperkuat dari sisi seleksi dokumen usulan kerja sama.
Nur Adi menambahkan, masyarakat dapat bekerja sama dengan PT Timah dengan melampirkan persyaratan dari sisi kemampuan teknis, perlengkapan operasional, dan dokumen yang memastikan penerapan keselamatan kerja yang layak.
Baca juga : PT Timah Siap Diaudit BPK Demi Penguatan Tata Kelola Perusahaan
Menurutnya, PT Timah selaku pemilik IUP juga melakukan pengawasan secara langsung saat proses penambangan yang lakukan masyarakat tersebut, guna memastikan kesesuaian jumlah produksi dan implementasi keselamatan kerja yang baik.
“Melalui MCOS, kami berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan implementasi tata kelola perusahaan yang baik, sekaligus memperkuat pengamanan wilayah IUP agar kinerja operasional dapat terus tumbuh secara berkelanjutan," pungkas Nur Adi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya