Dark/Light Mode

Revive: Textile Waste Management in The Circular Economy Framework

Sabtu, 12 Juli 2025 22:58 WIB
Tampilan antarmuka aplikasi Revive dan Textile Sorting Machine (TSM) sebagai solusi koleksi dan sortir limbah tekstil berbasis AI-IoT. (Sumber: Dok. Revive, 2025)
Tampilan antarmuka aplikasi Revive dan Textile Sorting Machine (TSM) sebagai solusi koleksi dan sortir limbah tekstil berbasis AI-IoT. (Sumber: Dok. Revive, 2025)

Jalan-jalan ke Manggala
Pulangnya mampir Maros. 
Pakaian trendy semakin menggoda, 
Fast Fashion? Emas atau cemas?

Di sisi ekonomi, fast-fashion tentu menguntungkan, namun di sisi lingkungan justru sebaliknya? Pernahkah kamu membayangkan, ke mana perginya pakaian yang kita buang setiap tahun? Ternyata, lebih dari 85% pakaian bekas berakhir di tempat sampah atau sungai, menjadi limbah yang mencemari air dan melepas gas metana ke udara (CNN Indonesia, 2022).

Dari riset dan survei yang dilakukan, perkembangan teknologi menjadi faktor utama akan perkembangan fast fashion dan sifat Konsumtif di masyarakat. Sifat konsumtif ini akhirnya menyebabkan masyarakat membuang pakaian bekasnya ke tempat sampah tanpa pikir panjang.

Pakaian-pakaian yang berakhir di tempat sampah tidak mudah terurai, dan dapat mencemari lingkungan, baik tanah maupun air.

A. Latar Belakang & Masalah

Di sisi lain, para pendaur ulang yang notabene sebagai penyelamat, juga mengalami permasalahan. Dari riset ke pendaur ulang kain di Blitar dan Malang, Penulis mendapati 2 permasalahan utama, yaitu suplai dan sortir serta pemasaran yang strategis untuk meningkatkan kesadaran akan fast-fashion.

Gambar 1. Wawancara Pelaku UMKM terhadap Tantangan dalam Industri Upcycled Fashion 

B. Fokus 3R: Rethink, Reuse, Recycle

Dari permasalahan tersebut, fokus utama yang perlu ditekankan adalah 3R. rethink, reuse, dan recycle. Rethink dan reuse berfokus pada sisi Masyarakat. Di mana masih diperlukan peningkatan kesadaran akan fast fashion serta etika paska-konsumsi produk fesyen, seperti dimana mereka harus membuangnya? Dan kapan mereka harus membuangnya?

Lalu, recycle yang berfokus di sisi pendaur ulang. Pada proses daur ulang, efisiensi dari koleksi dan sortir pakaian bekas masih menjadi tantangan utama                                                               


Gambar 2. Ilustrasi Pendekatan 3R pada Revive: Rethink, Reuse, Recycle

C. Solusi: Revive

Memperkenalkan Revive. Sebuah ekosistem digital yang menghubungkan kontributor limbah tekstil alias masyarakat dengan pendaur ulang dalam mencapai ekonomi sirkular. Solusi ini berfokus dalam meningkatkan kesadaran sehingga tercipta kebiasaan positif serta meningkatkan efisiensi proses koleksi dan sortir.

Revive memiliki dua penggerak utama, yaitu aplikasi dan Textile Sorting Machine


1. Textile Sorting Machine (TSM)

Pengguna dapat mendonasikan pakaian bekasnya melalui Textile Sorting Machine (TSM). Lalu mendapatkan poin sebagai penghargaan dengan memindai QR Code yang ada di TSM. Pakaian yang didonasikan selanjutnya akan disalurkan ke UMKM lokal

Gambar 3. Fitur donasi scan ke TSM dan mendapat poin

Gambar 3 merupakan visualisasi dari fitur donasi scan ke Textile Sorting Machine atau TSM. Textile Sorting Machine/TSM hadir dalam menanggapi tantangan para pendaur ulang yang divisualisasikan pada Gambar 4. TSM akan di lokasikan di tempat-tempat strategis dengan mobilitas yang tinggi seperti apartemen, tempat laundry dan institusi pendidikan. TSM sendiri berfungsi untuk mengoleksi pakaian bekas dan meng-sortirnya berdasarkan 4 tipe bahan yaitu denim, katun, polyester dan silk.


Gambar 4. Textile Sorting Machine (TSM) sebagai Inovasi Koleksi dan Sortir Pakaian Bekas

2. Aplikasi

Sebagai bagian dari sistem yang terintegrasi, Revive juga menyediakan aplikasi mobile yang mudah digunakan. Terdapat 4 Fitur utama dari aplikasi Revive, yaitu: 

a. Fitur Donasi

Baca juga : Tenis Miami Open 2025, The Joker Pecahkan Rekor

 Gambar 5. Visualisasi fitur donasi

  • Fitur Donasi yang ditujukan pada Gambar 5, mengajak para users untuk membuang pakaian atau kain bekas mereka secara bijak melalui ekosistem Revive. Fitur ini perlu didukung dengan behavioural changes dari kebiasaan buruk.

b. Fitur marketplace
Gambar 6. Visualisasi fitur marketplace 

Fitur marketplace pada aplikasi Revive yang ditujukan pada Gambar 6, membantu pengguna untuk langsung membeli produk hasil recycle dan upcycle dari mitra UMKM seperti D’belel, Pelanusa dan Yumindo, secara praktis dalam satu platform. Pengguna dapat melihat berbagai pilihan produk, seperti tas, kain, dan aksesori lainnya, lengkap dengan harga dan gambar produk. Setelah memilih barang yang diinginkan, pengguna bisa langsung melakukan transaksi menggunakan poin dan saldo, melalui aplikasi.

c. Fitur Custom

Gambar 7. Visualisasi fitur custom

Fitur custom yang ditujukan pada Gambar 7, yang satu ini memberikan pengguna kebebasan dalam meng-kustom produk upcycled fashionnya sesuai dengan style dan preferensi pribadi. 

d. Fitur Pencapaian


Gambar 8. Visualisasi fitur statistik

Terakhir fitur pencapaian yang ditujukan pada Gambar 8, ada fitur pencapaian. Fitur ini menampilkan statistik donasi, pembelian, dan kontribusi positif pengguna di ekosistem revive dan untuk lingkungan. 

D. Unique Value Propositions (UVP)

Gambar 9. Tiga proposisi nilai utama dari Revive: 3R, TSM, dan ekonomi sirkular.

Revive memiliki keunggulan unik yang menjadikannya solusi inovatif dalam pengelolaan limbah tekstil berbasis ekonomi sirkular

Pertama, Revive berfokus pada prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang diiringi dengan misi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Lewat pendekatan ini Revive tidak hanya mengelola limbah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku konsumen menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Kedua, Revive menghadirkan Textile Sorting Machine (TSM), sebuah mesin penyortir otomatis berbasis AI dan IoT yang mampu meningkatkan efisiensi proses hingga 50%. TSM memudahkan proses identifikasi dan klasifikasi jenis kain yang didonasikan, sehingga mempercepat alur distribusi bahan baku untuk pelaku usaha di bidang upcycled fashion. Inovasi ini menjadi kunci dalam menciptakan proses bisnis yang lebih efisien dan minim kesalahan.

Ketiga, Revive mendukung perwujudan ekonomi sirkular, di mana limbah tekstil tidak berakhir sebagai sampah, tetapi dimanfaatkan kembali menjadi produk baru yang bernilai ekonomi. Industri tekstil sendiri merupakan salah satu dari lima sektor yang paling potensial dalam implementasi ekonomi sirkular menurut Kementerian PPN. Dengan menghubungkan donatur dan pelaku usaha dalam satu ekosistem terpadu, Revive berperan sebagai katalis perubahan dalam sistem konsumsi dan produksi di Indonesia.

E. Alur Bisnis

Baca juga : Relevansi Lembaga Manajemen Pemerintahan di Era Prabowo-Gibran

Gambar 10. Diagram alur bisnis Revive dari donasi hingga distribusi produk

Alur bisnis Revive dirancang sebagai sebuah ekosistem terpadu yang menjembatani antara pengguna (donatur pakaian bekas) dengan pelaku usaha kecil-menengah (UKM) upcycled fashion. Proses bisnis ini berputar dalam siklus yang berkelanjutan, efisien, dan menguntungkan bagi seluruh pihak.

Dimulai dari pengguna, mereka mendonasikan pakaian atau kain bekas melalui Textile Sorting Machine (TSM) milik Revive. Setelah proses donasi selesai, pengguna memperoleh poin reward yang bisa diklaim melalui aplikasi Revive. Poin ini kemudian dapat digunakan untuk berbelanja produk upcycled langsung dari aplikasi.

Sementara itu, pakaian yang sudah terkumpul akan dipilah secara otomatis oleh TSM dan diklasifikasikan berdasarkan jenis bahan dan kualitas. Hasil sortir ini menjadi suplai bahan baku yang berkualitas dan terstandarisasi bagi mitra usaha (UKM) yang memproduksi produk daur ulang.

Selanjutnya, kemitraan menjual produk upcycled hasil produksi mereka ke dalam platform Revive. Pengguna dapat membeli produk-produk tersebut melalui aplikasi, menciptakan sirkulasi ekonomi lokal yang berbasis daur ulang.

Dengan sistem ini, Revive berperan sebagai perantara antara supply (limbah tekstil dari masyarakat) dan demand (UKM upcycled fashion), sekaligus sebagai platform distribusi produk dan insentif partisipatif melalui poin belanja. Inilah yang membuat Revive bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga model bisnis berkelanjutan.

F. Referensi

CNN Indonesia. (2022, November 27). Survei: Masih banyak orang Indonesia ogah beli baju bekas. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20221121155126-277-876563/survei-masih-banyak-orang-indonesia-ogah-beli-baju-bekas

Muhammad Radika Afwa Bimalaksa
Muhammad Radika Afwa Bimalaksa
SMK Telkom Malang

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.