Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
PosIND Gercep, 13.700 Pekerja Di Depok Sudah Terima BSU
Senin, 14 Juli 2025 14:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pos Indonesia (Persero), atau dikenal dengan brand PosIND, bergerak cepat (gercep) dalam menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja di seluruh Indonesia.
Melalui jaringan Kantorpos yang tersebar di lebih dari 4.000 titik, program ini membuktikan efektivitas sistem distribusi Pos Indonesia dalam mendukung program bantuan pemerintah.
Di Kota Depok, Jawa Barat, Kantorpos Depok Sentosa Raya telah ditugaskan menyalurkan BSU kepada total 13.700 pekerja. Hingga 10 Juli 2025, sebanyak 9.170 pekerja telah mencairkan dana bantuan, terdiri dari 11.000 alokasi tahap pertama dan 2.700 alokasi tahap kedua.
Penyaluran dimulai sejak 3 Juli 2025, mencakup 11 kecamatan dengan dukungan dari 10 kantor cabang, dua layanan eksternal, serta armada mobile service untuk menjangkau penerima bantuan hingga ke pelosok wilayah.
Supervisor Pelayanan Kantorpos Depok Sentosa Raya, Euis Juhrotul Sopiati menyatakan, penyaluran BSU berlangsung lancar dan mendapat respons antusias dari masyarakat.
Baca juga : API Nilai Keputusan Pemerintah Soal BMAD Sudah Tepat
“Alhamdulillah masyarakat sangat antusias. Penyaluran berjalan lancar karena kami memaksimalkan seluruh layanan yang kami miliki,” ungkap Euis.
Meski demikian, sejumlah kendala teknis masih ditemui, terutama terkait data alokasi yang belum tersedia meski penerima telah menerima notifikasi. Untuk itu, masyarakat diimbau rutin mengecek status mereka melalui aplikasi Pospay, situs resmi Kemnaker, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Euis juga menyampaikan rasa syukurnya karena Pos Indonesia kembali dipercaya menyalurkan bantuan pemerintah. Menurutnya, BSU sangat membantu masyarakat, terutama para pekerja informal seperti pengemudi ojek online.
“Dengan menerima bantuan, sangat terbantu. Alhamdulillah, sangat bermanfaat sekali. Harapannya, bantuan ini bukan hanya meringankan beban ekonomi, tapi bisa juga jadi modal usaha,” katanya.
Sejumlah penerima bantuan memberikan apresiasi atas kemudahan proses pencairan di Kantorpos. Salah satunya Abdul Rahman Renhoran, seorang petugas keamanan apartemen, yang mengaku BSU sangat membantu kebutuhan harian dan biaya transportasinya.
Baca juga : Diskon 30 Persen, 1,4 Juta Tiket Kereta Api Sudah Terjual
“Pelayanannya cukup mudah dan gampang,” ujar Abdul.
Dian Dwi Prastyo, karyawan gudang yang baru pertama kali menerima BSU, juga mengaku puas. Menurutnya, prosedur pencairan hanya memerlukan KTP dan barcode dari aplikasi Pospay. “Dana langsung cair, dan prosesnya cepat,” tuturnya.
Intan Akmalia, seorang pekerja swasta, menilai aplikasi Pospay sangat membantu proses verifikasi dan pencairan. “Enggak ada kesulitan sama sekali, pelayanannya cepat. Dana saya pakai untuk kebutuhan sehari-hari dan ongkos kerja,” ungkap Intan.
Sementara itu, Septi Rahayu, karyawan rumah sakit, menyebut bantuan sebesar Rp600 ribu ini sangat berarti bagi rumah tangga. Ia berharap ke depan pemerintah makin tepat sasaran dalam penyaluran.
Aplikasi Pospay, yang tersedia di App Store dan Play Store, menjadi alat utama dalam mempercepat dan mempermudah akses informasi bantuan. Setelah lolos verifikasi, penerima akan memperoleh QR Code yang dapat ditunjukkan di Kantorpos untuk pencairan.
Baca juga : Pemprov DKI Gerak Cepat Tangani Dampak Kebakaran Di Kapuk Muara
Pos Indonesia juga menerapkan teknologi terkini seperti sistem PGC (Pos Giro Cash) dan validasi biometrik, memastikan akurasi, keamanan, dan kecepatan pencairan dana, termasuk untuk mereka yang belum memiliki akses digital.
Penyaluran BSU melalui Kantorpos menyasar sekitar 8,7 juta pekerja dari total target 17 juta penerima se-Indonesia, khususnya mereka yang tidak memiliki rekening Himbara atau gagal menerima transfer sebelumnya. Hingga 14 Juli 2025, dashboard PosIND mencatat sekitar 4,5 juta penerima BSU telah terdaftar untuk penyaluran melalui jaringan Pos Indonesia.
Menurut Euis, kehadiran BSU tidak hanya memperkuat posisi Kantorpos sebagai mitra strategis pemerintah, tapi juga membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat.
“Setelah mencairkan BSU, banyak masyarakat yang sekalian memanfaatkan layanan lain seperti bayar PBB dan listrik,” jelasnya.
Dengan layanan yang buka 7 hari seminggu dan jam operasional hingga pukul 20.00 WIB, Kantorpos sebagai BUMN siap mendukung program sosial pemerintah secara inklusif dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya