Dark/Light Mode

Akhirnya Ikut Retreat, Pram Sudah Siap Terima Risikonya

Selasa, 25 Februari 2025 08:19 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto (kanan) berbincang dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi di lokasi retreat kepala daerah di Akademi Militer, Magelang, Senin (24/2/2025). (Foto: Ist)
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto (kanan) berbincang dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi di lokasi retreat kepala daerah di Akademi Militer, Magelang, Senin (24/2/2025). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta yang juga kader senior PDIP Pramono Anung akhirnya mengikuti retreat kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada hari ke-4, Senin (24/2/2024). Pram mengaku siap menerima segala risiko yang diambilnya ini.

Pram tiba di lokasi retreat sekitar pukul 13.05 WIB, setelah menempuh perjalanan darat dari Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo. Ia mengenakan setelan kemeja putih dengan celana panjang hitam. 

Kehadirannya menyusul 17 kepala daerah dari PDIP lain yang datang lebih dulu. Antara lain Bupati Kediri Hanindito Himawan Pramana, Bupati Trenggalek Nur Arifin, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat hingga Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

"Rekan-rekan sekalian, saya Gubernur Jakarta bersama dengan Pak Wali Kota Yogya dan ada 17 lainnya yang bersama-sama dengan kami hari ini, kami memulai ikut retreat," ujar Pramono kepada wartawan di Akmil Magelang, Jawa Tengah, Senin (24/2/2025).

Kehadirannya langsung menjadi sorotan, mengingat sebelumnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan para kadernya yang jadi kepala daerah untuk menunda keikutsertaan dalam acara tersebut terkait dengan ditahannya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto oleh KPK.

Saat ditanya soal surat tersebut, Pram enggan membahasnya. Namun, ia memastikan keputusannya ini telah dikomunikasikan dengan Megawati serta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. "Tentunya dengan berbagai pertimbangan apa yang menjadi arahan Ibu Ketua Umum untuk melakukan penundaan," ujar Pram.

Baca juga : Jokowi Sebut Kepemimpinan Prabowo Mirip Gerinda, Lho Kok Bisa?

Eks Sekjen PDIP ini sempat ditanya apakah Mega bakal memberikan sanksi kepada kader yang ikut retreat sejak hari pertama. Menurut dia, sikap tersebut merupakan kewenangan mutlak ketum partai. 

Pram menambahkan, jika keterlambatannya hadir dalam kegiatan ini berujung pemberian sanksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selaku penyelenggara, dia mengaku siap bertanggung jawab. Mengingat dirinya adalah pejabat yang masuk terakhir karena lainnya hanya mengutus Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai perwakilan.

“Kami bertanggung jawab dengan langkah yang kami ambil,” tuturnya.

Eks Sekretaris Kabinet di era Presiden Joko Widodo ini juga mengatakan, terus berkomunikasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengenai rencana kehadirannya. Sebab, bagaimanapun kehadirannya merupakan proses politik.

"Secara khusus saya juga ingin ucapkan terima kasih atas kesabaran semuanya, terutama Bapak Menteri Dalam Negeri dan Bapak Wakil Menteri dan semuanya yang telah empat hari lebih ini kita baru mengikuti retreat ini," kata Pram.

Saat ditanya masih ada kepala daerah DKI yang belum hadir, seperti Gubernur Bali I Wayan Koster, Pramono enggan berkomentar. 

Baca juga : Ririn Dwi Ariyanti, Sudah Dilamar Ijonk?

“Ada satu provinsi belum, karena arahan dari Pak Mendagri maupun Pak Wamen boleh mengusulkan Sekdanya, maka mereka mengusulkan Sekda-nya," kata dia. 

Beres memberi pernyataan kepada awak media, Pram langsung mengikuti kelas orientasi kepala daerah. Berdasarkan video yang dirilis Pusat Penerangan Kemendagri, Pram duduk bersama kepala daerah lainnya menyaksikan materi yang disampaikan narasumber.

Terpisah, Mendagri Tito Karnavian meminta, kepala daerah yang baru bergabung agar segera menyesuaikan diri dengan peserta lain dan memanfaatkan waktu yang ada pada kegiatan orientasi. "Memanfaatkan waktu untuk membangun jaringan kepada para menteri, Gubernur, Bupati dan Wali Kota," ujar Tito saat di temui di lokasi pembekalan kepala daerah, Senin (24/2/2025). 

Tito menceritakan, hingga pelaksanaan orientasi hari keempat ini sudah banyak perubahan yang di rasakan para peserta karena mereka mulai akrab, sehingga suasana hangat terpancar di pembekalan ini.

Tito pun berencana membentuk kelas yang lebih kecil pada sesi diskusi berikutnya. Hal ini bertujuan agar para peserta retreat semakin akrab dan saling bertukar pikiran atau gagasan. "Saya minta pecah kecil lagi per Provinsi sendiri. Sudah mulai diskusi antar mereka, mau diapain daerahnya atau rakyatnya," ucapnya.

Tito menambahkan, kepala daerah dengan tingkat kehadiran di bawah 90 persen tetap mendapat sertifikat, tapi tanpa tanda kelulusan. Hanya mereka yang memiliki tingkat kehadiran 90 persen akan memperoleh sertifikat lulus, jika kurang dari itu hanya mendapat sertifikat tanda telah mengikuti kegiatan.

Baca juga : Hashim Bawa 4 Investor, Proyek 3 Juta Rumah Siap Dimulai

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengaku, nggak ambil pusing dengan tata tertib retreat soal kehadiran minimal 90 persen dan sertifikat tanda lulus itu. "Ini kan bukan sekolah," katanya santai, di Kompleks Akmil, Senin (24/2/2025).

Masinton juga tak masalah apabila dirinya nanti hanya menerima sertifikat dengan tanda 'telah mengikuti' saja. "Ya, cukup itu saja menurut saya,” katanya.

Menurut dia, urusan mengurus masyarakat bukan dilihat dari kelulusan. “Kalau kelulusan itu kan secara formal sudah ada di KPU. Syarat-syarat formal pendaftarannya," ujarnya.

Untuk diketahui, pemerintah mengadakan retreat bagi kepala daerah sepekan penuh di Akmil Magelang. Retreat itu berlangsung pada 21 hingga 28 Februari 2025. Sementara, para wakilnya hanya diminta sehari menjelang penutupan. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.