Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Komisi Eropa Perkuat Industri Kimia di Eropa melalui Rencana Aksi
Kamis, 17 Juli 2025 22:25 WIB
Komisi Eropa meluncurkan kesepakatan terkait rencana aksi Industri bersih di sektor kimia, mendorong dunia untuk memperluas industri kimia yang bersih dan berkelanjutan. Eropa dikenal dengan ambisinya dalam mengatasi isu climate change dan permasalahan lingkungan. Dibuktikan dengan agenda-agenda nya terkait konservasi lingkungan, climate-action, zero emission, dekarbonisasi, dan lain-lain. Komisi Eropa telah meluncurkan sebuah kesepakatan Clean Industrial Deal atau Kesepakatan Industri Bersih pada Februari 2025.
Kesepakatan ini adalah salah satu strategi Eropa untuk memperkuat daya saing industri di Eropa namun tetap memerhatikan aspek lingkungan, yaitu memajukan upaya dekarbonisasi. Dengan adanya rencana aksi terkait industri bersih ini menjadi insentif bagi industri-industri di luar sana terhadap penggunaan teknologi bersih dan ramah lingkungan.
Di Mei 2025, Presiden Komisi Eropa, Ursula Von Der Leyen, mengumumkan omnibus sektor khusus dalam dialog strategis pertama tentang masa depan industri kimia di Eropa. Industri kimia UE merupakan rencana sektor ketiga Komisi Eropa setelah industri otomotif dan baja. Industri kimia Uni Eropa memiliki sektor manufaktur terbesar keempat, dengan 29.000 perusahaan yang menyediakan 1,2 juta pekerjaan langsung dan mendukung 19 juta di seluruh rantai pasokan.
Baca juga : RI & Uni Eropa Perkuat Sinergi Untuk Pembangunan Berkelanjutan
Dilansir dari IEA atau International Energy Agency, sektor kimia adalah pengguna energi terbesar di industri dan merupakan subsektor industri ketiga dalam hal emisi CO2 langsung. Ini terjadi karena sekitar setengah dari energi yang digunakan di sektor ini dipakai sebagai bahan baku—yaitu bahan bakar yang digunakan untuk membuat produk, bukan sebagai sumber energi. Permintaan terhadap produk kimia ini terus meningkat, terutama pada bahan plastik, menjadi indikasi bahwasan nya aktivitas di sektor ini juga meningkat pesat.
"Bahan kimia adalah ‘Ibu’ dari semua industri, dengan lebih dari 96% barang manufaktur bergantung pada bahan kimia. Rencana aksi kali ini adalah mengenai bahan kimia sebagai rencana bisnis kami untuk mengamankan masa depan sektor kritis ini di Eropa,” pernyataan Stéphane Séjourné, Wakil Presiden Eksekutif untuk Kemakmuran dan Strategi Industri, 8 Juli 2025.
Industri Kimia sendiri mendukung produksi hampir semua barang, menyediakan bahan dan teknologi penting untuk industri seperti otomotif, konstruksi, kesehatan (obat-obatan), pertanian, teknologi bersih, bahkan persenjataan sekalipun.
Baca juga : Kapolri Terima Anugerah Adat Ingatan Budi dari Lembaga Adat Melayu Riau
Terlepas dari penggunaan produk dan bahan kimia yang sudah sangat melekat dengan manusia perlu adanya upaya dalam mengatasi emisi CO2 dari produksi bahan kimia, serta yang dihasilkan selama penggunaan dan pembuangan produk kimia. Terutama peran dari pemerintah, stakeholder dan industri.
Selain menjadi kawasan dengan tingkat daur ulang plastik tertinggi didunia, Eropa menjadi salah satu pelopor dalam menyumbang proyek elektrolisis terbesar untuk produksi amonia dan methanol. Proyek elektrolisis ini adalah proyek yang melibatkan proses elektrolisis, dimana ini memanfaatkan arus listrik untuk mengurai senyawa dan zat kimia.
Rencana aksi industri bersih disektor kimia Eropa diharapkan menjadi peluang bagi negara-negara didunia untuk mengikuti dan berkomitmen penuh dalam mewujudkan zero emission serta industri yang bersih dan berkelanjutan. Seperti yang dilakukan oleh negara di kawasan Caribbean, yakni negara Trinidad dan Tobago, meskipun ukuran dan populasi negara ini kecil tetapi negara ini memiliki potensi besar dalam mengurangi emisi karbon. Trinidad dan Tobago telah mengambil langkah dengan membuat proyek hidrogen rendah emisi NewGen. Proyek hidrogen rendah emisi NewGen ini menyediakan hidrogen rendah emisi untuk produksi amonia. Proyek ini dapat memiliki dampak yang signifikan, karena Trinidad dan Tobago berada di antara sepuluh produsen amonia dan metanol teratas dan di antara tiga eksportir teratas.
Baca juga : Teken NDA, PT DAK & PT PAL Perkuat Industri Perkapalan Nasional
Negara-negara di Asia juga diharapkan dapat memaksimalkan potensinya dalam mengembangkan teknologi dan transisi energi bersih secara komprehensif, sehingga dapat menurunkan emisi karbon dan menjadikan Industri-industri sektor kimia lebih ramah lingkungan.
Alya Maharani
Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Andalas
Mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Andalas
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya