Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gelar Demo di Patung Kuda, Driver URC Sampaikan 3 Tuntutan
Kamis, 17 Juli 2025 23:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Unit Reaksi Cepat (URC), komunitas yang beranggotakan lebih dari 10 ribu driver melakukan aksi damai dan turun ke jalan di Bundaran Patung Kuda, Monas Jakarta, pada Kamis (17/7/2025).
Dalam aksi tersebut, sekitar 500 lebih mitra driver ikut dalam aksi ini. Mereka yang berasal dari berbagai macam platform dan berasal dari Jakarta Timur , Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Tangerang, hingga Bogor.
Jenderal Lapangan URC Bergerak, Achsanul Solihin alias Bang Batman mengatakan, pihaknya menyampaikan Tiga Tuntutan Rakyat Aspal atau Tritura URC. Pertama, menolak status pengemudi ojol sebagai buruh atau pekerja tetap. Kedua, URC menolak rencana potongan 10 persen dari aplikator.
"Soalnya skema 20 persen saat ini masih wajar dan saling menguntungkan," ujar Bang Batman dalam keterangannya, Kamis (17/7/2025)
Baca juga : Seleksi Pemilihan Calon Ketua dan ADK LPS Dibuka, Ini Syarat dan Ketentuannya
Ketiga, kata Bang Batman, meminta Presiden Prabowo Subianto agar bisa menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) khusus untuk ojol, agar ada payung hukum yang jelas bagi pengemudi.
"Keberadaan Unit Reaksi Cepat (URC) di dunia ojek online adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan," kata dia.
Bang Batman menegaskan URC lahir dari panggilan hati nurani para pengemudi ojek yang prihatin terhadap penanganan laka lantas yang dialami pengemudi ojol.
Sebagai salah satu komunitas ojol, lanjut dia, sekarang sudah saatnya URC bersuara menyampaikan pendapat dan suaranya terhadap permasalahan yang terjadi di dunia ojol akhir-akhir ini.
Baca juga : Jelang 5 Abad Jakarta, Fahira Idris Sampaikan 5 Tantangan Samai Kota Global
"Setelah mendengar dan memahami permasalahan yang tengah terjadi di dunia ojol, saat ini hati nurasi kami terpanggil, untuk bergerak menyuarakan suara hati sebagai kontribusi positif terhadap permasalahan ojol," jelas Bang Batman.
Dia menegaskan, suara pengemudi asli harus datang dari jalanan, bukan dari kepentingan politik atau ruang rapat.
Kata dia, Tritura URC, adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakpastian hukum dan narasi sepihak yang selama ini dianggap merugikan pengemudi ojol.
"Aksi ini lahir dari keresahan nyata di jalanan, bukan agenda politik atau pesanan pihak tertentu," tegas Bang Batman.
Baca juga : Bareng Hyundai, Anak Jakarta Ubah Sampah Plastik Jadi Berkah
URC, tegas Bang Batman, akan terus berjuang hingga pemerintah benar-benar mendengar dan menindaklanjuti aspirasi.
Pihaknya, kata dia, tidak anti regulasi, tapi hanya menuntut regulasi yang berpihak dan realistis.
"Slogan kami: Dari Ojol, Oleh Ojol, Untuk Ojol. URC Bergerak, Satu Tujuan Mencapai Tujuan," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya