Dark/Light Mode

Transformasi & Restrukturisasi BUMN Karya

Danantara Ingin Bentuk Entitas Kuat Finansial

Minggu, 20 Juli 2025 07:05 WIB
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria

RM.id  Rakyat Merdeka - Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipastikan terus berjalan. Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyampaikan seluruh BUMN tengah menjalani proses transformasi bisnis secara menyeluruh dan terstruktur.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkapkan, restrukturisasi pada BUMN sektor konstruksi menjadi satu keharusan. Langkah tersebut akan dilakukan oleh Danantara.

“Memang akan dilakukan. Ada kebutuhan bagi kami untuk melakukan restrukturisasi (BUMN) Karya,” jelas Dony di Jakarta, Jumat (18/7/2025).

Menurut Dony, ada beberapa opsi yang tengah dikaji. Mulai dari merger antara satu dan lainnya, hingga konsolidasi ke bisnis lain. Meski begitu, dia belum banyak merinci mengenai opsi tersebut.

Terpisah, Managing Director BPI Danantara Setyanto Hantoro menjelaskan, proses perjalanan transformasi bisnis ini terdiri dari empat tahap utama.

Tahap pertama, yakni fundamental business review, atau peninjauan mendalam terhadap pondasi bisnis.

“Hal ini yang sedang kami lakukan di Danantara. Sebanyak 900 entitas di bawah Danantara, satu per satu kami dievaluasi secara menyeluruh," jelas Setyanto di Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Selanjutnya tahap kedua, restrukturisasi dan penyederhanaan. Menurutnya, banyak BUMN yang mengalami tumpang tindih peran hingga terjadi persaingan internal.

"Karena itu, restrukturisasi dan penyederhanaan bisnis menjadi suatu keharusan," jelas Setyanto.

Baca juga : Beras Oplosan Bikin Rakyat Tekor Hingga Rp 99 Triliun

Tahap ketiga, yakni konsolidasi bisnis. Setyanto mengatakan, Danantara ingin membentuk entitas yang lebih besar, kuat secara finansial. Dan unggul dalam operasional ketimbang mempertahankan banyak unit kecil yang saling bersaing.

Di tahap keempat, transformasi meliputi inovasi dan eksekusi. Hal tersebut, tegasnya, menjadi cara Danantara membuka nilai, bukan hanya bagi negara, tetapi juga bagi seluruh pemangku kepentingan, investor dan rakyat Indonesia.

Setyanto mengatakan, regulasi baru yang telah disahkan oleh DPR, yakni Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025, memungkinkan Danantara bergerak lebih cepat dan lebih fokus dalam menciptakan nilai.

Undang-Undang ini memungkinkan pihaknya, menginvestasikan kembali dividen secara bijaksana dan disiplin.

"Serta mengerahkan modal ke sektor-sektor dan proyek-proyek strategis, dan memecah sekat-sekat antar BUMN," terang Setyanto.

Dihubungi terpisah, pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengatakan, langkah perbaikan melalui transformasi maupun restrukturisasi BUMN perlu dilakukan lebih jauh dengan strategi-strategi yang inovatif dan terfokus pada efisiensi jangka panjang.

“Peran Danantara dalam transformasi ini akan membuat tata kelola BUMN menjadi lebih profesional dan terstruktur,” yakin Toto kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (19/7/2025).

Sebab, lanjut Toto, selain holding investasi, Danantara juga mengawasi holding operasional yang menjalankan kegiatan bisnis BUMN.

Dengan pengawasan ini, BP Danantara memastikan kelancaran operasional, serta sinergi antar BUMN di bawah naungannya Sehingga dapat meningkatkan daya saing dan kinerja perusahaan.

Baca juga : Taklukkan Trump, Bahlil: Kemampuan Nego Prabowo Di Atas Rata-rata

Selanjutnya, Toto menekankan, kunci utama dalam memperbaiki tekanan likuiditas dan solvabilitas BUMN Karya, yakni terletak pada kemampuan melakukan negosiasi ulang dengan para kreditur.

Sementara, merespons kekhawatiran akan risiko spiral utang, di mana perusahaan mengambil utang baru untuk menutup utang lama, Toto menilai perlunya transformasi struktural. Salah satunya melalui konsolidasi antar perusahaan BUMN Karya.

“Rencana merger bisa menjadi solusi jangka panjang yang efektif, selama dijalankan dengan strategi yang jelas dan berbasis nilai,” ujarnya.

Toto menegaskan, pendekatan-pendekatan tersebut tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pada utang, tetapi juga memperkuat kepercayaan investor.

“Kesehatan keuangan yang membaik dan portofolio proyek yang efisien akan menjadi sinyal positif bagi mitra strategis dan pasar modal,” yakinnya.

Menurut Toto, dengan fokus pada efisiensi operasional, perbaikan tata kelola dan inovasi dalam skema pendanaan, BUMN Karya diharapkan mampu memperbaiki citra dan reputasi keuangannya.

"Serta memberikan kontribusi optimal dalam pembangunan infrastruktur nasional," tutup Toto.

Komit Restrukturisasi

Direktur Keuangan PT Waskita Karya (Persero) Tbk Wiwi Suprihatno menegaskan, langkah efisiensi dan restrukturisasi yang dilakukan perseroan mulai membuahkan hasil.

Waskita meraih kenaikan laba bruto sebesar 14,4 persen year on year (yoy) atau Rp 83,1 miliar. Dengan begitu, nilainya menjadi sebesar Rp 661,3 miliar dari sebelumnya Rp 578,2 miliar di sepanjang kuartal II-2025.

Baca juga : Proyek Laptop Diusut Kejaksaan Agung Dan KPK

Waskita berhasil melakukan efisiensi biaya. Keberhasilan itu terlihat dari penurunan beban keuangan yang mencapai 18,3 persen yoy, dari Rp 2,3 triliun pada kuartal dua tahun lalu menjadi Rp1,9 triliun.

"Perbaikan kinerja tersebut merupakan hasil dari efektifnya implementasi restrukturisasi keuangan yang Waskita lakukan,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (17/7/2025).

Seperti diketahui, tahun lalu Perseroan sudah mendapat persetujuan dari 22 kreditur perbankan Master Restructuring Agreement (MRA), dan Kredit Modal Kerja Penjaminan (KMKP) 2021 dengan nilai outstanding sebesar Rp 31,65 triliun.

Wiwi mengaku, sampai saat ini, perseroan berkomitmen membayar kewajiban kepada vendor. Per Mei 2025, sisa utang vendor pas due Waskita sebesar Rp 73 miliar, turun drastis hingga 78,53 persen dari posisi pada kuartal I lalu yang menembus Rp 340 miliar.

Pada Oktober 2024, usulan restrukturisasi MRA terbaru itu sudah dinyatakan efektif. Maka, Waskita sekarang memiliki fleksibilitas atas skema cash waterfall dan pengelolaan kas yang dimiliki.

“Hal ini mendorong kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan lebih lancar, termasuk dalam memenuhi kewajiban utang vendor," ucapnya.

Ke depan, Waskita akan fokus menjalankan transformasi perusahaan demi meningkatkan kinerja. DWI

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.