Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indonesia Catat Sejarah Perjanjian Dagang di Era Presiden Prabowo
Minggu, 20 Juli 2025 09:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia mencatatkan tonggak sejarah baru dalam dunia perdagangan internasional. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berhasil menyepakati perjanjian dagang strategis berskala global.
Perjanjian dagang ini disebut-sebut sebagai terobosan terbesar dalam sejarah hubungan ekonomi Indonesia.
Presiden Prabowo menyambut baik capaian penting dalam hubungan antara Indonesia dan Uni Eropa, khususnya dalam penyelesaian perjanjian perdagangan yang telah lama dinegosiasikan.
Hal ini disampaikan Presiden dalam keterangannya kepada awak media usai melakukan pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa, António Costa, di Brussel, Belgia.
“Alhamdulillah tadi kita ada pertemuan dengan Uni Eropa, Komisi dan Dewan, President Commission, EU Commission, dan President European Council,” ujar Presiden Prabowo.
Baca juga : Indonesia Tuan Rumah APDEC 2025, Pendidikan Alternatif Makin Bersinar
Kepala Negara mengungkapkan, pertemuan tersebut menghasilkan kemajuan signifikan berupa penyelesaian comprehensive economic partnership agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa.
“Luar biasa, terobosan besar. Setelah 10 tahun negosiasi, hari ini kita tembus, breakthrough, semua titik-titik persoalan sudah kita selesaikan,” ucapnya.
Perjanjian CEPA ini, menurut Presiden Prabowo, akan membuka jalan menuju bentuk kerja sama perdagangan bebas atau free trade agreement. dengan penghapusan hampir seluruh tarif antara kedua pihak.
“Hampir semua tarif kita sudah selesai, hampir semuanya 0 persen di antara kita,” ungkap Presiden.
Presiden Prabowo menegaskan, keberhasilan mencapai kesepakatan CEPA merupakan langkah maju yang signifikan bagi Indonesia dalam membuka peluang untuk memasuki pasar Uni Eropa.
Baca juga : Gerindra: Lakukan Diplomasi Ekonomi Tingkat Tinggi, Presiden Prabowo Visioner
Di samping itu, Presiden juga menyoroti potensi ekonomi kawasan tersebut sebagai mitra dagang yang penting bagi Indonesia.
“Jadi ini saya kira terobosan baru. Uni Eropa pasar yang sangat besar, jumlah penduduk 460 juta lebih, total GDP mereka sangat besar, perdagangan mereka juga sangat besar. Jadi ini Alhamdulillah suatu peristiwa bersejarah. Kita dalam keadaan ketidakpastian dunia, sekarang kita punya alternatif-alternatif yang kuat,” katanya.
Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen menyampaikan apresiasi langsung atas kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menyelesaikan proses negosiasi CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa yang sempat mandek selama 10 tahun.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa kita baru saja mencapai kesepakatan politik terkait sebuah perjanjian perdagangan bebas yang ambisius, yaitu Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Setelah 10 tahun perundingan, kita berhasil mencapai terobosan besar. Bapak Presiden, saya mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Anda,” kata Ursula von der Leyen.
Ursula menambahkan, tercapainya kesepakatan ini merupakan sinyal kuat bahwa kedua belah pihak berkomitmen membangun hubungan jangka panjang berdasarkan prinsip saling percaya dan nilai bersama.
Baca juga : Tamsil Linrung Apresiasi Langkah Cerdas Politik Luar Negeri Presiden
Dengan tercapainya kesepakatan CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa, Indonesia menegaskan posisinya sebagai pemain utama dalam lanskap perdagangan global.
Keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan diplomasi ekonomi yang kuat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, tetapi juga membuka babak baru kerja sama strategis yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya