Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IndoEBTKE ConEx 2025 Dorong Indonesia Jadi Green Powerhouse ASEAN
Jumat, 25 Juli 2025 17:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia memiliki fondasi kuat untuk menjadi pemimpin regional dalam transisi energi. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dikaruniai kekayaan sumber daya alam dan punya posisi strategis dalam rantai pasok teknologi energi bersih global.
Dengan potensi energi terbarukan mencapai ribuan gigawatt dan penguasaan 42 persen cadangan nikel global, Indonesia siap mengakselerasi dekarbonisasi kawasan dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Sebagai upaya mendorong transformasi energi tersebut, The 12th IndoEBTKE ConEx 2025 akan digelar pada 26-28 November 2025 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2.
Temanya Positioning Indonesia as a Regional Green Powerhouse to Support Indonesia Emas 2045.
Gagasan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dan Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI).
Baca juga : IBS 2025, Indonesia Siap Jadi Pemain Kunci dalam Industri Baterai Global
Menurut Ketua III METI, Widi Pancono, kegiatan ini merupakan konferensi energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara.
"Kami mendorong sinergi lintas sektor dan negara. Indonesia harus menjadi hub energi bersih yang inklusif, tangguh, dan terhubung secara global," kata Widi, dalam keterangannya, Jumat (25/7/2025).
Sementara itu, Ketua Umum MASKEEI Andhika Prastawa menegaskan tema tahun ini dipilih untuk mendukung agenda Pemerintah dalam menciptakan kesadaran publik atas konservasi energi.
"Juga tentunya mempercepat transisi menuju sistem energi nasional yang berkelanjutan," sambung Andhika.
Sebagai rangkaian awal, Focus Group Discussion (FGD) telah digelar pada 24 Juli 2025. Hadir dalam kesempatan ini Boston Consulting Group (BCG) selaku knowledge partner.
Baca juga : China Open 2025: Dua Ganda Campuran Indonesia Tembus 16 Besar
FGD ini juga menghadirkan perwakilan sektor energi konvensional dan terbarukan, perusahaan multinasional dan startup, pembuat kebijakan, investor, serta asosiasi dan perwakilan kedutaan besar.
Menurut Ketua Komite IndoEBTKE ConEx 2025, Eka Satria, diskusi FGD bertumpu pada empat fokus utama. Pertama, dampak konkret yang harus dihasilkan ConEx bagi pelaku industri energi.
Kedua, peran sektor swasta dalam mendukung implementasi RUPTL hijau. Ketiga, peluang regional untuk memperkuat posisi Indonesia dalam integrasi energi ASEAN.
Keempat, tantangan dan hambatan utama dalam transisi energi serta strategi untuk mengatasinya.
"Kami ingin memastikan diskusi di forum utama nanti benar-benar relevan dan berdampak. Ini bukan hanya konferensi, tapi platform untuk pemetaan roadmap energi Indonesia ke depan," jelas Eka.
Baca juga : Kagendra Siap Harumkan Nama Indonesia di Free Fire World Series SEA 2025 Fall
Ketua Panitia Pelaksana, Mada Ayu Habsari menyebutkan bahwa format acara tahun ini akan lebih terbuka dan kolaboratif. Sehingga bisa menjadi bagian dari Indonesia Clean Energy Week yang lebih inklusif bagi publik dan pelaku industri.
"Dengan positioning yang kuat, forum ini diharapkan mampu menempatkan Indonesia sebagai destinasi investasi energi bersih yang menjanjikan serta memperkuat peran negara dalam mendukung perdagangan dan kerja sama energi hijau lintas kawasan," pungkas Mada Ayu.
Adapun IndoEBTKE ConEx 2025 akan menghadirkan keynote speakers internasional, panel ahli, teknologi energi terbaru, serta sesi networking guna memperkuat kolaborasi dan membuka peluang investasi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya