Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Komit Jalankan Prinsip Keberlanjutan
Mind ID Bantu Ratusan Pelaku UMK Naik Kelas
Sabtu, 26 Juli 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mind ID berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan serta memberikan dampak ekonomi secara langsung untuk masyarakat, dalam menjalankan bisnis pertambangan. Hal itu terus ditunjukkan melalui kegiatan menjaga laut dan membina ratusan pelaku usaha kecil.
Holding BUMN pertambangan ini, menunjukkan bahwa menambang bukan sekadar menggali bumi, tapi juga merawat harapan.
Sebagai pemegang amanah sumber daya mineral nasional, Holding Industri Pertambangan Indonesia Mind ID memandang keberlanjutan sebagai kunci.
Direktur Utama Mind ID Maroef Sjamsoeddin menegaskan, komitmen perusahaan dalam menjaga alam, tak hanya di darat, tetapi di wilayah laut.
Sebagai strategic holding, imbuh Maroef, Grup Mind ID berkomitmen tidak hanya memanfaatkan kawasan laut sebagai bagian dari operasional industri pertambangan dan pendukung bisnis perusahaan.
Baca juga : Bahlil Bakal Bikin Pulau Papua Terang 24 Jam
“Tetapi juga konsisten menjalankan tanggung jawab dalam menjaga kekayaan alam ini,” ujar Maroef dalam acara Kolaborasi dan Sinergi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Rabu (2/7/2025).
Sebagai informasi, terdapat enam entitas di bawah Mind ID, yaitu Antam, Bukit Asam, Inalum, Freeport, Timah, dan Vale Indonesia.
Maroef menekankan pentingnya kehati-hatian dalam setiap langkah operasi. Sebab, pihaknya percaya memanfaatkan sumber daya mineral ini bukan berarti mengabaikan lingkungan, baik darat maupun wilayah laut.
“Justru, laut harus dijaga karena telah memberikan manfaat besar bagi Indonesia,” kata Maroef.
Untuk itu, seluruh operasional Grup Mind ID dirancang dengan perencanaan matang dan pengawasan ketat guna mencegah degradasi lingkungan.
Baca juga : Pramono Dukung Penuh Penyidikan Beras Oplosan
Bahkan, kolaborasi dilakukan bersama Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP untuk memastikan bahwa pemanfaatan ruang laut dilakukan secara berkelanjutan.
Komitmen itu diwujudkan lewat program Fishing Ground—penurunan rumpon sebagai habitat buatan untuk ikan—yang pada 2024 telah menebar 133 unit di Perairan Bangka Belitung.
Hasilnya, tidak hanya memperkaya biodiversitas laut, tapi juga membuka sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.
Mind ID juga menanam lebih dari 56.500 bibit mangrove di Bangka Belitung dan Sumatera Utara. Mangrove ini menjadi benteng alami dari abrasi dan tempat hidup biota laut.
Namun, kontribusi Mind ID tak berhenti pada pelestarian ekosistem. Di daratan, harapan tumbuh lewat pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) yang kini naik kelas berkat program pemberdayaan dari anak-anak perusahaan Mind ID.
Baca juga : Chikita Meidy, Suami Sudah Nyerah Jalani Rumah Tangga
Haiedi Ulandari, pendiri Pempek Hudi dari Palembang, adalah salah satunya. Usaha rumahan yang dulu hanya menghasilkan Rp 30 juta per bulan kini mencatat omzet Rp 300 juta dan mempekerjakan 13 orang.
“Sekarang pesanan datang dari Jakarta, Jambi, bahkan Bangka,” kata Haiedi dikutip dari keterangan tertulis MIND.id, Senin (16/6/2025).
Kunci sukses itu, menurut Haiedi, dimulai sejak bergabung dalam program pembinaan UMK dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
“Setiap ikut pameran PTBA, pelanggan baru selalu datang,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya