Dark/Light Mode

Enam Bulan Lagi Bisa Lampaui Target Pemerintah

Berkat KUR, Sejuta UMKM Berhasil Naik Kelas

Senin, 28 Juli 2025 07:05 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman acungkan jempol didampingi Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim (kanan) dan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Adha Damanik (kiri) mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman acungkan jempol didampingi Sekretaris Kementerian UMKM, Arif Rahman Hakim (kanan) dan Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Adha Damanik (kiri) mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII DPR, di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/RM)

 Sebelumnya 
Program KUR saat ini diperluas untuk mendukung ketahanan pangan. Salah satunya adalah skema kredit KUR Satu untuk Tebu Rakyat, merupakan skema khusus bagi petani tebu rakyat dengan fasilitas pembiayaan hingga Rp 500 juta, yang dapat diakses baik oleh individu maupun kelompok.

Keberadaan KUR untuk pro­dusen gula ini, diharapkan dapat mempercepat revitalisasi lahan dan meningkatkan hasil produk­si tebu nasional.

Sementara salah satu anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pemberdayaan UMKM.

Baca juga : Warga Lebih Suka Belanja Online Dan Kongkow Di Cafe

Melalui peran aktif sebagai penyalur utama KUR, BRI meng­hadirkan akses pembiayaan yang inklusif untuk mendorong per­tumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Hingga akhir triwulan II tahun 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 83,88 triliun.

“Atau setara 47,93 persen dari total alokasi KUR tahun ini sebe­sar Rp 175 triliun,” ucap Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam rilisnya, Minggu (27/7/2025).

Baca juga : Semua Kelurahan Kompak Dukung Kopdes Merah Putih

Penyaluran ini dilakukan dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan, yang tercermin dari rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) terjaga di level 2,48 persen.

Sebagian besar KUR yang disalurkan BRI dialokasikan ke sektor produksi. Tercatat, sekitar 63,63 persen dari total penyaluran mengalir ke sektor seperti pertanian, perikanan, in­dustri pengolahan dan kegiatan produksi lainnya.

Sektor pertanian menjadi penyerap terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 37,11 triliun, atau sekitar 44,25 persen dari total KUR yang telah disalurkan hingga akhir Juni 2025.

Baca juga : Pasca Sabet Gelar WBO, Xander Zayas Tantang Jawara WBC Dan IBF

“KUR bukan sekadar instru­men pembiayaan, tetapi juga langkah penting dalam mendo­rong pelaku usaha lebih tangguh dan produktif,” tegas Hery. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.