Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah pagi ini dibuka menguat 0,61 persen ke level Rp 16.413 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan pada Jumat (1/8/2025) ke level Rp 16.513 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia naik 0,92 persen, won Korea Selatan naik 0,38 persen, dan dolar Taiwan menguat 0,38 persen, dolar Singapura naik 0,15 persen, baht Thailand menguat 0,12 persen, yuan China menguat 0,09 persen, dan yen Jepang minus 0,22 persen.
Baca juga : IHSG Melemah Di Awal Pekan, Tertekan Data Tenaga Kerja AS
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,35 persen ke level 98,58. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 1,33 persen ke level Rp 18.621, terhadap poundsterling Inggris minus 0,02 persen ke level Rp 21.874, dan terhadap dolar Australia menguat 0,12 persen ke level Rp 10.682.
Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, terdapat sejumlah sentimen yang memengaruhi pergerakan rupiah. Dari luar negeri, terdapat ancaman sanksi AS yang lebih ketat terhadap minyak Rusia.
Baca juga : Bisnis Melesat, Telkom Raup Laba Rp 11 Triliun
Sebelumnya, AS mengancam akan mengenakan tarif hingga 100 persen kepada pembeli minyak terbesar Rusia, yakni China dan India. AS juga mengenakan tarif sebesar 25 persen kepada India atas hubungannya dengan Moskow.
“Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump telah menandatangani perintah yang menguraikan tarif terhadap sejumlah mitra dagang utama AS, dengan bea masuk berkisar antara 10 hingga 50 persen,” katanya dalam riset, Senin (4/8/2025).
Baca juga : Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah Ke Rp 16.515 Per Dolar
Fokus pasar juga tertuju pada data ketenagakerjaan utama AS. Pasar juga mengamati rilis PMI Manufaktur AS. Dia memproyeksi, nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif tetapi berpotensi ditutup melemah di rentang Rp 16.510-Rp 16.560 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya