Dark/Light Mode

Ekonomi Makin Solid

Menko Airlangga: Indonesia Hanya Di Bawah China, Tertinggi Di G20 Dan ASEAN

Selasa, 5 Agustus 2025 17:39 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Selasa (5/8/2025). (Foto: YouTube Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers, Selasa (5/8/2025). (Foto: YouTube Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengucap syukur karena pertumbuhan ekonomi Indonesia telah kembali ke jalur yang benar. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sukses mencatat angka tertinggi di antara kelompok negara G20 dan ASEAN.

Seperti diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa (5/8/2025) pagi, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2025 sukses menyentuh angka 5,12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Selaras dengan target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen di semester II.

"Apa yang diumumkan tadi pagi, alhamdulillah, kita kembali ke jalur 5 persen. Jadi 5,12 persen," kata Menko Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (5/8/2025) sore.

Baca juga : Airlangga: Ini Sinyal Positif, Program Pemerintah Jalan

Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya di bawah China (5,2 persen). Sementara beberapa negara lainnya seperti Malaysia, Singapura, dan Korea Selatan masih di bawah Indonesia. Termasuk, Amerika Serikat (AS) yang hanya mencetak angka pertumbuhan 2 persen.

"Sehingga di antara negara G20 dan ASEAN, kita salah satu yang tertinggi," tegas Menko Airlangga. 

Pertumbuhan ekonomi yang on the track juga tercermin di berbagai wilayah Indonesia. Sumatera (4,98 persen), Jawa (5,24 persen), Bali (3,73 persen), Kalimantan (4,95 persen), Sulawesi (5,83 persen), Maluku dan Papua (3,3 persen).

Baca juga : Menko Airlangga: AS Proses Usulan Indonesia, Sementara Ini Tarif Tidak Bertambah

Dari sisi eksternal, ketahanan Indonesia relatif masih baik. Cadangan devisa berhasil dibukukan di angka 152,6 miliar dolar AS. Neraca pembayaran masih relatif baik. Neraca perdagangan selama 62 bulan terjaga surplus di angka 10,9 miliar dolar AS di kuartal I-2025. Sementara rasio utang, relatif apik di angka 30 persen.

"Ekonomi kita masih solid. Dan memang, rencananya di semester II-2025, kita menargetkan sasaran di 5,2 persen bisa dicapai," tandas Menko Airlangga.

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.