Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
ALFI Convex 2025 Resmi Diluncurkan, Menko Airlangga Dorong Biaya Logistik Turun
Rabu, 2 Juli 2025 21:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) resmi meluncurkan ALFI Convex 2025, konferensi dan pameran nasional logistik yang digadang menjadi ajang strategis mendorong efisiensi logistik dan investasi rantai pasok nasional. Peluncuran dilakukan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Rabu (2/7/2025).
Konferensi dan pameran ini akan digelar pada 12–14 November 2025 di Hall 3–3A Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang Selatan. Mengusung tema Indonesia in Motion: Transformasi Logistik Menuju Indonesia Emas 2045, ALFI Convex 2025 akan menempati area seluas 10.000 meter persegi dan menghadirkan lebih dari 150 peserta pameran serta 100 pembicara nasional dan internasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hadir langsung dan menyampaikan bahwa acara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem logistik nasional.
“Transformasi logistik adalah program prioritas Presiden Prabowo. Kita harus mendorong deregulasi karena logistik menjadi kunci daya saing ekonomi,” ujar Airlangga.
Menurutnya, biaya logistik nasional saat ini masih tinggi, yakni sekitar 14,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah menargetkan angka itu bisa ditekan menjadi 12,5 persen dalam waktu dekat, bahkan menuju 8 persen secara bertahap. Salah satu strategi yang tengah ditempuh adalah penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Penguatan Logistik Nasional.
Baca juga : Prasasti Center Resmi Diluncurkan, Jadi Jembatan Pengusaha Dan Pemerintah
Rancangan aturan tersebut mencakup tiga strategi utama. Yaitu, penguatan infrastruktur konektivitas dan layanan logistik, integrasi dan digitalisasi sistem logistik nasional, serta peningkatan daya saing sumber daya manusia dan penyedia jasa logistik.
“Kalau logistik efisien, maka daya saing meningkat. Ekonomi bisa tumbuh, investasi bertambah, dan lapangan kerja terbuka,” lanjut Airlangga.
Peluncuran ALFI Convex 2025 digelar di tengah kabar baik sektor perdagangan. Neraca dagang Indonesia per Mei 2025 mencatat surplus 4,3 miliar dolar AS memperpanjang tren positif selama 61 bulan berturut-turut. Kinerja tersebut ditopang sektor nonmigas yang surplus 5,83 miliar dolar AS, meski sektor migas masih defisit 1,53 miliar dolar AS.
Airlangga menyebut pencapaian itu menjadi penguat keyakinan bahwa transformasi logistik harus menjadi fokus utama ke depan. Ia juga menekankan pentingnya National Logistics Ecosystem sebagai penggerak integrasi logistik nasional.
Menurut data Logistics Performance Index 2023, Indonesia masih berada di peringkat 61 dari 139 negara. Untuk meningkatkan posisi itu, pemerintah berkomitmen mempercepat reformasi logistik dan deregulasi agar pelaku usaha lebih mudah beroperasi.
Baca juga : Resmi Diluncurkan, $MORE Moonveil Listing di Banyak Bursa Kripto
“Pemerintah terus dorong pembukaan pasar, perluasan kerja sama regional, dan digitalisasi menyeluruh di sektor logistik. Semua ini bagian dari strategi menjadikan logistik sebagai pengungkit utama ekonomi,” katanya.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat ALFI M. Akbar Djohan menilai sektor logistik memegang peran sentral dalam transformasi ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebut ALFI Convex 2025 sebagai langkah nyata sektor logistik mendorong sistem transportasi dan distribusi yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“Kami percaya logistik adalah jantung pertumbuhan ekonomi. ALFI Convex 2025 jadi kontribusi nyata dunia usaha dalam mendukung ekonomi yang inklusif,” kata Akbar.
Rangkaian forum dan diskusi di ALFI Convex 2025 akan membahas isu strategis mulai dari digitalisasi rantai pasok, investasi logistik, energi dan keberlanjutan, efisiensi pelabuhan, hingga sinergi logistik dengan sektor perikanan, e-commerce, dan pariwisata.
ALFI juga menggandeng Kamar Dagang dan Industri (KADIN), asosiasi usaha, kementerian terkait, serta mitra internasional untuk membangun kerja sama konkret dan lintas sektor. Harapannya, forum ini menjadi ajang kolaborasi antara pelaku logistik, pemerintah, dan investor dalam membangun ekosistem logistik yang kompetitif secara global.
Baca juga : Airlangga: Konsumsi Rumah Tangga Penggerak Ekonomi
Turut hadir dalam peluncuran antara lain Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo, Deputi Energi dan Sumber Daya Mineral Elen Setiadi, Staf Ahli Konektivitas Dida Gardera, serta perwakilan dari KADIN, HIPMI, Kedutaan Besar negara sahabat, dan asosiasi industri.
ALFI atau Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia merupakan organisasi nasional yang menaungi lebih dari 4.300 pelaku usaha logistik di 33 provinsi. ALFI aktif dalam pengembangan kebijakan, advokasi, dan peningkatan daya saing sektor logistik di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya