Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bahlil Optimistis, Indonesia Jadi Pionir Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik
Selasa, 5 Agustus 2025 18:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia optimistis, Indonesia akan menjadi pionir dalam pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas 100 GW diyakini akan menjadi pasar besar bagi industri baterai dalam negeri.
"Huayou sebentar lagi akan jalan dengan Antam dan IBC. Total investasi sekitar 8 miliar dolar Amerika Serikat. Kita targetkan 2027 akhir, ini semua sudah jadi. Maka Indonesia akan menjadi salah satu negara pertama yang membangun ekosistem baterai mobil yang terintegrasi dari hulu sampai hilir," ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Baca juga : 6 Praktisi Hukum Indonesia Join Program AS Tentang Perlindungan Hak Anak
Hal tersebut sejalan program pemerintah dalam menuju target nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) pada tahun 2060. Termasuk, menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk hilirisasi dan percepatan pembangunan industri mobil listrik.
Selain itu, pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk kelistrikan juga menjadi prioritas yang akan membuka peluang bagi industri baterai dalam negeri.
Baca juga : IBS 2025, Indonesia Siap Jadi Pemain Kunci dalam Industri Baterai Global
"Kita minta baterai-baterai untuk listrik ini, semua harus memakai produk Indonesia. Ini market besar. Ini akan mendorong ketersediaan listrik bagi Koperasi Merah Putih. Karena kita akan pakai track listrik. Kita akan pakai motor listrik. Ini sekaligus mendorong transisi energi dan kedaulatan energi," tegas Bahlil.
Dengan adanya ekosistem baterai untuk kendaraan listrik, Indonesia dapat menjadi tujuan utama investasi yang efisien, karena bahan baku hingga ekosistemnya sudah tersedia.
Baca juga : Danantara Jadi Motor Kemandirian Industri Dalam Negeri
"Tidak ada alasan, menurut saya, untuk tidak melakukan investasi yang efisien di negara Indonesia. Market-nya ada, bahan bakunya ada, ekosistemnya sudah ada, energi baru terbarukannya sudah ada," tutur Bahlil.
Bahlil memastikan, hilirisasi akan menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi yang telah ditargetkan sebesar 8 persen di tahun 2029. Hilirisasi juga disebut akan mendorong penciptaan lapangan pekerjaan, yang menuju kepada pemerataan kawasan ekonomi, dan meningkatkan pendapatan negara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya