Dark/Light Mode

Indonesia Makin Dilirik Investor Jepang

Rosan: Investasi Butuh Kepastian, Bukan Kejutan

Jumat, 8 Agustus 2025 07:00 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani (kedua kanan) berbincang dengan President of the Indonesia-Japan Friendship Association (PPIJ) Rachmat Gobel (kedua kiri), Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Chatib Basri (kiri) dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi, berbincang di sela-sela Indonesia-Japan Executive Dialogue 2025 di Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Foto: Patra Rizki Syahputra/RM)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani (kedua kanan) berbincang dengan President of the Indonesia-Japan Friendship Association (PPIJ) Rachmat Gobel (kedua kiri), Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Chatib Basri (kiri) dan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi, berbincang di sela-sela Indonesia-Japan Executive Dialogue 2025 di Jakarta, Rabu (6/8/2025). (Foto: Patra Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mendorong kepastian berusaha untuk menggaet investor Jepang, yang kini menjadikan Indonesia sebagai tujuan utama setelah China.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordi­nasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menga­takan, Indonesia sebagai negara yang paling layak menjadi tu­juan investasi jangka panjang di tengah persaingan global yang makin ketat.

Hal itu disampaikan Rosan saat membuka Indonesia–Japan Executive Dialogue 2025 di Ja­karta, Rabu (6/8/2025) malam. Acara ini dihadiri President of the Indonesia-Japan Friendship Association (PPIJ) Rachmat Gobel, Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Chatib Basri dan Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi.

Baca juga : Warga Ciliwung Ngarep Dapatkan Ganti Untung

“Investasi merupakan bentuk komitmen jangka panjang yang menuntut kepastian, kredibilitas dan stabilitas kebijakan. Investor tidak menyukai kejutan. Mereka meng­inginkan semua hal yang terukur dan terstruktur. Semua itu bergan­tung pada kepastian,” tegas Rosan.

Mantan Dubes Indonesia un­tuk Amerika Serikat itu mene­kankan, investasi kini menjadi penyumbang terbesar kedua da­lam struktur Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia setelah konsumsi rumah tangga.

Berdasarkan data Badan Peren­canaan Pembangunan Nasional (Bappenas), target investasi In­donesia pada 2025–2029 dipatok sebesar Rp 13.032 triliun. Nilai itu jauh melampaui realisasi in­vestasi periode 2014–2024 yang mencapai Rp 9.900 triliun. Target ini ditetapkan untuk menopang pertumbuhan ekonomi 8 persen pada akhir tahun 2029.

Baca juga : Acha Septriasa, Cerai, Asuh Anak Bareng Eks Suami

Rosan juga mengungkapkan, lonjakan impor barang modal dalam tiga bulan terakhir yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, merupakan bukti investasi yang masuk sudah terealisasi.

“Ini menandakan bahwa in­vestasi bukan sekadar komit­men. Real spending-nya jelas terlihat,” katanya.

Rosan juga optimistis kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bakal membawa semangat politik baru yang mendukung reformasi kebijakan, stabilitas dan penguatan posisi Indonesia dalam rantai industri global.

Baca juga : Ditegaskan Menteri Imipas, MRC Masih di Negeri Jiran

“Kami menjanjikan imbal hasil yang sepadan dengan kepastian dan stabilitas yang ditawarkan,” ujarnya.

Di hadapan para pengusaha Jepang, Rosan menyampaikan apresiasi atas komitmen Negeri Sakura yang disebutnya sebagai “investor setia Indonesia”.

“Dalam waktu yang sama, kita bersaing dengan negara lain untuk menarik investasi. Karena itu, predictability, credibility dan kepastian adalah kunci. Kami tahu masalahnya, tahu solusinya, tapi seringkali kita lamban mengambil langkah. Ini saatnya kami percepat,” jelasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.