Dark/Light Mode

Mahendra: Scam Bisa Rusak Kepercayaan Publik Ke Industri Keuangan

Selasa, 19 Agustus 2025 17:57 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Penipuan keuangan atau scam kini menjadi ancaman serius yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap industri jasa keuangan, regulator, hingga penegak hukum.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menegaskan, tren scam dan aktivitas keuangan ilegal mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun ini.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Peran Anak Bangsa Isi Kemerdekaan Wujudkan Kesejahteraan

Scam bukan sekadar masalah individu lagi, melainkan ancaman sistemik terhadap kepercayaan publik kepada industri jasa keuangan, regulator, serta penegak hukum,” ujar Mahendra di Jakarta, Selasa (19/8/2025).

Sejak Januari hingga Juli 2025, Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) menghentikan 1.840 entitas ilegal, terdiri atas 1.556 pinjaman online ilegal dan 284 investasi ilegal.

Baca juga : Menag Bicara Kemerdekaan Hakiki: Sejahtera Fisik, Spiritual dan Sosial

Sementara itu, laporan yang diterima Indonesia Anti Scam Centre (IASC) hingga 17 Agustus 2025 mencapai 225.281 laporan. Total kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 4,6 triliun, sementara dana korban yang berhasil diblokir atau diselamatkan sebesar Rp 349,3 miliar. Jumlah rekening yang dilaporkan mencapai 359.733, dengan 72.145 rekening di antaranya sudah diblokir.

Mahendra mengungkapkan, rata-rata IASC menerima 700–800 laporan per hari, jauh lebih tinggi dibandingkan Singapura yang sekitar 140 laporan per hari dan Malaysia 130 laporan per hari. “IASC baru berusia 10 bulan, sehingga dapat diproyeksikan bahwa upaya penyelamatan dan pengaduan laporan akan terus meningkat,” tambahnya.

Baca juga : Fahira Idris: Saatnya Ketahanan Pangan Naik Kelas Jadi Kemandirian Pangan

OJK menilai pemberantasan scam dan aktivitas keuangan ilegal perlu dilakukan secara mendesak. Karena itu, OJK bersama pemangku kepentingan meluncurkan kampanye nasional dengan tiga tujuan utama: mempertegas komitmen seluruh anggota Satgas Pasti dalam memberantas scam, memperkuat kolaborasi antarotoritas dan industri jasa keuangan, serta membangun kesadaran publik melalui kampanye masif dan berkelanjutan dengan melibatkan platform digital global seperti Meta, Google, dan TikTok.

“Kampanye ini menjadi momentum nasional untuk mempercepat penanganan penipuan, memperkuat literasi masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif industri,” tegas Mahendra.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.