Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ekonom senior sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini mengatakan hukum merupakan fondasi bagi kepastian dan ketidakpastian dalam dunia usaha dan investasi. Tanpa kepastian hukum, investor akan menarik diri atau enggan masuk ke pasar Indonesia karena tingginya risiko.
Menurut dia, negara dengan kepastian hukum yang labil dan buruk muka akan dihindari oleh investor. Baik investor domestik maupun asing memerlukan sistem hukum yang bisa menjamin kontrak, menyelesaikan sengketa secara adil, dan bebas dari intervensi politik.
Baca juga : GoFood Jadi Sponsor Utama Sirnas 2025, Turnamen Padel Pertama Di Indonesia
“Hukum yang lemah, tidak adil, tidak konsisten, atau mudah diintervensi kekuasaan serta dipolitisasi dapat memberikan dampak negatif serius terhadap perekonomian nasional,” ujar Didik menanggapi kasus eks mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong, dalam keterangannya, Sabtu (2/8/2025).
Didik juga mengatakan sistem hukum buruk dapat meningkatnya biaya transaksi. Biaya tersebut muncul dari prosedur yang berbelit, lambat, dan tidak efisien yang pada akhirnya membebani dunia usaha dan memperlemah daya saing ekonomi nasional.
Baca juga : DPR Dukung Pemerintah Rampungkan Pembangunan IKN
“Biaya transaksi adalah biang kerok di dalam ekonomi dan dunia bisnis, yang sering muncul dari sistem hukum yang buruk,” ujarnya tegas.
Lebih lanjut, ia memperingatkan, sistem hukum yang lemah bisa menurunkan efisiensi ekonomi secara keseluruhan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya