Dark/Light Mode

Tren Pembiayaan Konsumer BSI Meningkat, Skema Cicilan Tepat Jadi Pilihan Nasabah

Selasa, 2 September 2025 13:39 WIB
Tren pembiayaan konsumer BSI terus meningkat. (Foto: Dok. BSI)
Tren pembiayaan konsumer BSI terus meningkat. (Foto: Dok. BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tren pembiayaan di segmen konsumer di PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI terus meningkat.

Skema cicilan tetap dan pasti diperkirakan menjadi daya tarik nasabah untuk mengambil pembiayaan dari BSI.

Hingga kuartal I Tahun 2025, BSI membukukan pembiayaan mencapai Rp287,20 triliun tumbuh 16,21 persen (yoy). Pembiayaan tersebut memiliki kualitas baik dengan NPF gross terjaga di posisi 1,88 persen.

Dari jumlah tersebut, sebesar 54,56 persen merupakan pembiayaan konsumer dengan produk pembiayaan berupa pembiayaan pemilikan rumah (griya), pembiayaan kepemilikan kendaraan, pembiayaan berbasis payroll baik pegawai negeri dan swasta, pembiayaan kepada pensiun, serta cicil dan gadai emas.

Corporate Secretary BSI Wisnu Sunandar mengungkap bahwa tren pembiayaan konsumer BSI terus meningkat sejalan dengan strategi perusahaan.

Pada awal merger, kata Wisnu, komposisi pembiayaan di segmen konsumer sekitar 52,32 persen.

Baca juga : KAI Terapkan Pemberhentian Luar Biasa di Jatinegara dan Lempuyangan

"Strategi ini tepat karena BSI dapat menjaga kualitas serta profitabilas yang tetap positif dalam kondisi ekonomi yang cukup menantang," ujar Wisnu dalam keterangannya, Selasa (2/9/2025).

Lebih jauh Wisnu mengatakan, bahwa pembiayaan di segmen konsumer di bank syariah memiliki karakter unik,

Menurutnya setiap pembiayaan harus didasari underlying asset dan juga akad dengan skema cicilan tetap atau cicilan pasti baik seperti akad murabahah.

‘’Karena akad syariah dan skema cicilan bersifat tetap atau pasti, nasabah jadi lebih nyaman," ujar Wisnu.

Terlebih untuk pembiayaan rumah atau payroll yang memiliki tenor panjang.

Wisnu menambahkan, ketika suku bunga bank di market naik, nasabah di bank syariah bisa tetap tenang karena cicilan mereka bersifat tetap.

Baca juga : Jelang Konferda PDI Perjuangan Jatim, Said Bisa Kembali Pimpin DPD Jatim

’’Kepastian angsuran hingga akhir pembiayaan, serta pilihan jangka waktu yang variatif memberikan kenyamanan bagi nasabah dalam mengatur cashflow keuangan agar pembiayaan lancar," tutur Wisnu.

Hal ini berbeda dengan skema di bank konvensional, yang angsuran nasabah dapat berubah bergantung pada kondisi pasar.

Dengan skema tersebut, pembiayaan syariah terutama di segmen konsumer tetap dapat bertumbuh meski tekanan ekonomi cukup menantang. Hingga kuartal I 2025, pembiayaan di bank syariah masih tumbuh 16-17 persen.

Wisnu menambahkan, BSI optimistis dapat menjaga pertumbuhan bisnis dengan seimbang baik dari sisi pendanaan maupun pembiayaan.

BSI optimistis dapat menjaga pembiayaan tumbuh positif karena berdasarkan hasil survey tahun 2024, terdapat peningkatan preferensi masyarakat terhadap keuangan syariah (sharia preference).

Terdapat peningkatan kelompok Universalis (mereka yang akan memilih bank syariah jika fasilitas dan benefitnya setara dengan bank konvensional) menjadi 30 persen dari semula 25,6 persen dan kelompok konformis (mereka yang memilih berbank syariah saja) yang juga meningkat menjadi 29,1 persen dari semula 20,6 persen.

Baca juga : Bising, Pemilik Rumah Di Tengah Jalan Tol Pindah

Populasi preferensi syariah 59,1 pereen ini menjadi potensi yang sangat besar untuk dirangkul BSI. Namun, BSI menyadari bahwa aspek syariah bukan satu-satunya alasan nasabah untuk berbank dengan bank syariah. Margin yang kompetitif juga menjadi faktor penentu.

BSI menawarkan berbagai promo program dan margin kompetitif kepada nasabah.

Wisnu menambahkan, saat ini perseroan juga terus mendorong instrumen keuangan syariah sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

"Untuk itu, kami melakukan penetrasi dan inovasi di seluruh segmen pembiayaan agar bisa menjangkau akses pasar yang lebih luas," ujar Wisnu.

Mulai dari kemudahan akses pembiayaan melalui superapss BYOND by BSI, one stop solution bagi nasabah payroll dengan tarif pembiayaan kompetitif.

"Selain itu juga promo-promo menarik bagi segmen UMKM melalui KUR Syariah dan juga meleverage dari segmen ritel,konsumer, wholesale dan korporasi," pungkas Wisnu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.