Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Muluskan Misi Kerek Kesejahteraan Masyarakat
Kopdes Dan Warung Didorong Bersinergi, Bukan Bersaing
Minggu, 7 September 2025 06:30 WIB
Sebelumnya
Erick yang juga Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah (Pemda) dan BUMN terkait, untuk memastikan implementasi program-program Pemerintahan berjalan efektif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen mendukung program ini karena sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, yang menekankan pentingnya pembangunan yang menyentuh kebutuhan riil rakyat,” ucapnya.
Siapkan Anggaran Rp 16 Triliun
Wakil Menteri Koperasi sekaligus Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Ferry Juliantono mengaku, Kopdes Merah Putih sudah bisa mencairkan pinjaman secara bertahap minggu depan.
Baca juga : Bus Stop Perlu Beratap Dan Fasilitas Untuk Duduk
“Operasionalisasi KDKMP dapat dituntaskan minggu ini, sehingga minggu depan bisa segera operasional,” kata Ferry usai Rapat Koordinasi Operasionalisasi dan Pengembangan (Etape II) KDKMP, di Jakarta, Kamis (4/9/2025).
Ferry menerangkan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 63 Tahun 2025, tentang Penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada Tahun Anggaran 2025, untuk Pemberian Dukungan kepada Bank yang Menyalurkan Pinjaman kepada Kopdes/kel Merah Putih.
Adapun anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 16 triliun, sudah bisa dicairkan oleh Himbara, yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Tabungan Negara (BTN), sebagai operator investasi Pemerintah.
Baca juga : Italia Bak Badak Seperti Gattuso
Nantinya, lanjut Fery, masalah petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) secara keseluruhan dibuat dari kementerian dan lembaga terkait untuk membantu pelaksanaan operasional Kopdes Merah Putih.
Sejauh ini, untuk urusan distribusi barang untuk koperasi, sudah ada pola kerja sama dengan ID Food, Perum Bulog, seperti penjualan gas elpiji 3 kilogram (kg), penyaluran pupuk subsidi dan lain sebagainya.
Namun untuk produk di apotek desa, tidak bisa dilakukan dengan sistem konsinyasi.
Baca juga : Final US Open: Sinner Vs Alcaraz, Perebutan Tahta Petenis No.1 Dunia
“Maka, kita lakukan kerja sama dengan swasta agar bisa konsinyasi,” sambungnya.
Ia menargetkan, sebanyak 10 ribu sampai 15 ribu koperasi desa sudah bisa beroperasi dalam waktu dekat.
“Besarannya kan relatif, tapi ini sudah bisa menjadi awal kegiatan operasionalnya,” pungkasnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya