Dark/Light Mode

Direktur IPR: Magang Berbayar Jadi Angin Segar Bagi Fresh Graduate

Senin, 15 September 2025 19:26 WIB
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan. (Foto: Ist)
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Menko Perekonomian Airlangga Hartarto membuka program magang khusus bagi lulusan baru atau fresh graduate. Program ini ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi S1 maupun D3 dengan masa kelulusan maksimal satu tahun.

Tahap pertama program magang ini menargetkan 20 ribu peserta dengan durasi enam bulan. Setiap peserta akan menerima gaji sebesar Rp 3,3 juta, setara upah minimum provinsi (UMP). Total anggaran yang disiapkan pemerintah untuk program ini mencapai Rp 198 miliar.

Baca juga : Agrowisata Gunung Mas Bersiap Jadi Destinasi Kelas Dunia

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai program ini sebagai langkah positif. “Bagi saya, selain program akselerasi lain, program Presiden Prabowo ini sangat menarik. Program magang ini bisa menjadi angin segar bagi para fresh graduate, yang sejauh ini bingung setelah wisuda mau cari kerja di mana, dan mau kerja apa,” kata Iwan, Senin (15/9/2025).

Ia menambahkan, program ini langsung membidik sumber masalah yang setiap tahun menciptakan pengangguran baru. “Saya percaya, dengan kebijakan seperti ini, tingkat pengangguran di Indonesia akan semakin turun secara signifikan. Apalagi magangnya berbayar. Selain mengurangi pengangguran di kalangan muda, ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang bisa disinergikan dengan program dan insentif lain,” ujarnya.

Baca juga : Menkeu Guyur Perbankan 200 T, Menperin: Itu Angin Segar Bagi Manufaktur

Iwan berharap penerima manfaat dapat memaksimalkan program ini sehingga menghasilkan angkatan kerja yang berkompeten dan siap bersaing. Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program. “Semoga gelombang pertama ini tidak berhenti di sini dan akan ada gelombang-gelombang berikutnya,” kata Iwan.

Secara keseluruhan, Iwan menilai jika Paket Ekonomi 2025 yang terdiri dari delapan program akselerasi 2025, empat program yang dilanjutkan di 2026, dan lima program penyerapan tenaga kerja berjalan dengan baik, maka masalah pengangguran, kemiskinan, dan ekonomi makro di Indonesia dapat teratasi secara signifikan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.