Dark/Light Mode

BPW Indonesia Dorong Peningkatan Keterwakilan Perempuan Dalam Politik

Selasa, 9 September 2025 20:21 WIB
Ketua Federasi Business Professional Women (BPW) Indonesia Giwo Rubianto. Foto: Istimewa
Ketua Federasi Business Professional Women (BPW) Indonesia Giwo Rubianto. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Federasi Business Professional Women (BPW) Indonesia Giwo Rubianto merespon pergantian posisi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dengan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dari kacamata gender, Giwo menilai ini sebagai berkurangnya menteri perempuan di Kabinet Merah Putih. Aktivis perempuan ini berharap, Pemerintah memberikan ruang yang lebih besar bagi perempuan dalam reshuffle kabinet berikutnya maupun dalam jabatan strategis lainnya di pemerintahan.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam jajaran kabinet merupakan bagian integral dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.

"Di mana keberagaman dan kesetaraan gender harus menjadi fondasi utama pembangunan nasional," kata Giwo di Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Baca juga : Pakar IPB Dorong Penyederhanaan Aturan Untuk Industri Kayu Nasional

Giwo berpendapat, partisipasi aktif perempuan dalam pengambilan keputusan akan memperkaya perspektif, memperkuat legitimasi kebijakan, serta menghasilkan solusi yang lebih berpihak kepada kebutuhan masyarakat luas.

Sontak, Giwo mengajak seluruh elemen masyarakat, baik Pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat sipil, untuk bersama-sama memperluas ruang perempuan dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto baru saja melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih, salah satunya dengan memgganti Sri Mulyani Indrawati dari jabatan Menteri Keuangan.

Keputusan ini sekaligus mengurangi jumlah keterwakilan perempuan dalam kabinet, yang kini hanya tersisa empat orang menteri.

Baca juga : Baznas Dorong Pola Pikir Tepat, Kunci Keberhasilan Pengelolaan Zakat

Giwo mencatat, perempuan dalam kabinet saat ini menunjukkan adanya penurunan dibandingkan periode Pemerintahan sebelumnya.

Pada Kabinet Indonesia Maju (2019–2024), jumlah menteri perempuan mencapai sembilan orang, termasuk di bidang strategis seperti keuangan, tenaga kerja, lingkungan hidup, dan luar negeri. Kini, hanya menyisakan empat menteri perempuan.

"Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat bahwa 49,5 persen penduduk Indonesia adalah perempuan, atau sekitar 136 juta jiwa dari total populasi. Kontribusi mereka sangat nyata di berbagai bidang," sebutnya.

Hitungannya, angka partisipasi sekolah perempuan terus meningkat, partisipasi perempuan dalam pendidikan tinggi semakin besar, dan kontribusi perempuan dalam dunia kerja kini mencapai lebih dari 53 persen di sektor formal maupun informal.

Baca juga : Lestari Moerdijat Dorong Pemerataan Akses Dan Pengembangan Sektor Pendidikan

Namun, di ranah politik dan kepemimpinan, representasi perempuan masih relatif rendah. Keterwakilan perempuan di DPR RI periode 2024–2029 hanya sekitar 22 persen, jauh dari target 30 persen yang diamanatkan dalam berbagai regulasi terkait partai politik dan pemilu.

Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa kesenjangan gender di ranah kepemimpinan masih harus diperjuangkan bersama.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.