Dark/Light Mode

Menkeu Kucurkan Dana Segar Rp 200 Triliun Ke Himbara

Amunisi Baru Penggerak Roda Ekonomi Nasional

Sabtu, 20 September 2025 06:30 WIB
Menteri Keuangan purbaya Yudhi Sadewa (kiri) berswafoto bersama pegawai Badan Anggaran (Banggar) DPR sebelum dimulainya Rapat Kerja di Ruang Rapat Banggar, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/9/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/Rakyat Merdeka/RM.id)
Menteri Keuangan purbaya Yudhi Sadewa (kiri) berswafoto bersama pegawai Badan Anggaran (Banggar) DPR sebelum dimulainya Rapat Kerja di Ruang Rapat Banggar, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/9/2025). (Foto: Tedy Octariawan Kroen/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melepas dana segar sebesar Rp 200 triliun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang selama ini mengendap di Bank Indonesia (BI). Ini bukan sekadar angka, melainkan amunisi baru yang diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi nasional.

Dana ini langsung disuntikkan ke lima bank besar Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Yakni, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Tujuannya jelas, bukan untuk diparkir, tapi langsung dipacu biar ekonomi ngebut lagi. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tegas mengatakan, uang negara ini ibarat bahan bakar. 

Baca juga : Duh, Pasar Tanah Abang Sepi Pembeli Dan Kumuh

“Uang yang ditempatkan itu sebagai bahan bakar menggerakkan mekanisme pasar. Kebijakan ini tidak akan menimbulkan inflasi berlebihan,” kata Purbaya dalam dokumen NEXT Indonesia Center, Jumat (19/9/2025). 

Penempatan dana jumbo ini diatur melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025. Rinciannya, BRI, BNI dan Mandiri masing-masing kebagian Rp 55 triliun, BTN Rp 25 triliun dan BSI Rp 10 triliun. 

Purbaya mengeluarkan syarat ketat. Bank dilarang menggunakan dana ini membuat beli Surat Berharga Negara (SBN) atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Duitnya kudu disalurkan ke kredit sektor riil. 

Baca juga : KPK Masih Telusuri Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Purbaya juga mewanti-wanti bank agar hati-hati. “Perbankan harusnya cukup pintar (dalam memilih debitur). Kalau mereka kasih pinjaman tidak hati-hati, ya Non Performing Loan (NPL), harusnya mereka dipecat,” kata Purbaya dikutip Bloomberg Technoz

NEXT Indonesia Center sudah membuat simulasi untuk melihat sektor mana yang paling joss kalau dikucuri kredit. Hasilnya, ada lima sektor prioritas: industri pengolahan, perdagangan, pertanian-kehutanan-perikanan, transportasi-pergudangan-informasi-komunikasi, plus real estate dan jasa perusahaan. 

Sektor-sektor inilah yang dipercaya bisa memberikan multiplier effect besar untuk Produk Domestik Bruto (PDB). 

Baca juga : Manchester United Vs Chelsea, Duel Raksasa Buruk Rupa

Selain stimulus Rp 200 triliun, Pemerintah juga menyiapkan paket tambahan. 

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sampai membuat kode “17-8-45”. 

“Ini adalah 17 paket, 8 sekarang, 4 dilanjutkan, 5 andalan. Jadi 17, 8, 45, 80 tahun Indonesia merdeka,” kata Airlangga. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.