Dark/Light Mode

Indonesia Perlu Tiru Langkah AS Dan India

Proteksi Baja Lokal Dari Produk Impor!

Selasa, 23 September 2025 06:35 WIB
Industri baja dalam negeri perlu mendapat perlindungan dari Pemerintah. (Foto: Dok. Krakatau Steel)
Industri baja dalam negeri perlu mendapat perlindungan dari Pemerintah. (Foto: Dok. Krakatau Steel)

 Sebelumnya 
Padahal, lanjut Akbar, industri baja Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi tulang punggung pembangunan nasional. 

Hal ini sejalan dengan permintaan baja yang terus meningkat seiring pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri dan pertumbuhan sektor manufaktur, sehingga pasar domestik diperkirakan akan tumbuh pesat. 

Sayangnya, sambung dia, industri baja nasional masih menghadapi tekanan dari membanjirnya produk impor, baik baja maupun barang jadi berbasis baja yang lebih murah dibandingkan produksi lokal. 

Baca juga : Industri Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Karenanya, diperlukan strategi proteksi menyeluruh yang mencakup seluruh rantai nilai industri baja, agar pasar domestik tidak terus tergerus oleh barang impor berbiaya rendah. 

Akbar berharap, Pemerintah bisa memandang baja sebagai komoditas strategis, bukan sekadar industri dasar. 

Baja adalah tulang punggung pembangunan, menopang sektor otomotif, energi, infrastruktur, hingga pertahanan,” katanya. 

Baca juga : Pram Aktif Ajak Warga Naik Angkutan Umum

Ia meyakini, dengan strategi total defense, Indonesia dapat memperkuat daya saing industri nasional, menciptakan kemandirian pasok, serta melindungi kepentingan strategis jangka panjang. 

Apalagi, penguatan industri baja sejalan dengan Asta Cita Pemerintah yang menargetkan kemandirian ekonomi dan industrialisasi. 

Hal ini menunjukkan, baja menjadi prasyarat penting untuk mendorong hilirisasi, memperluas kesempatan kerja dan memperkuat daya saing global. 

Baca juga : Bupati Pati Didalami Soal Pengaturan Lelang Dan Fee

“Dengan melindungi industri baja, Pemerintah juga bisa memastikan keberlanjutan visi pembangunan jangka panjang yang inklusif dan berdaya saing,” sambungnya 

Akbar menambahkan, sebagai upaya penguatan industri baja dalam negeri, pihaknya telah melakukan penguatan bisnis, meningkatkan efisiensi dan daya saing melalui berbagai inisiatif. 

“Hal ini dapat dilihat dari kegiatan ekspor produk HRC (Hot Rolled Coil) ke Eropa dan Australia tahun ini, dengan total tonase sebesar 10.721 tons,” tutupnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.