Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
20 Ribu Sarjana Siap Digembleng, Magang SIAPKerja Dibayar Setara UMK
Minggu, 5 Oktober 2025 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ribuan sarjana baru bakal mencicipi pengalaman kerja nyata lewat program magang nasional SIAPKerja. Pemerintah memastikan peserta magang tak hanya belajar, mereka juga akan menerima honorarium setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Program yang menjadi bagian dari paket kebijakan ekonomi 2025 itu akan dimulai 15 Oktober mendatang. Sebanyak 20 ribu lulusan baru disiapkan untuk ditempatkan di berbagai sektor industri di seluruh provinsi.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, SIAPKerja dirancang sebagai platform digital terpadu.
Baca juga : Kinerja KAI Makin Moncer, Dongkrak Ekonomi Negeri
“Sistem ini sudah terkoneksi dengan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi sehingga proses pendaftaran dan validasi berjalan lebih cepat dan transparan,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Menurutnya, perusahaan yang berpartisipasi berasal dari beragam sektor. Mulai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), swasta, hingga anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
“Nanti, pendaftaran peserta dibuka serentak dan seluruh honorarium langsung ditransfer ke rekening masing-masing. Untuk mempermudah pencairan, kami mengusulkan mereka membuka akun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara),” jelasnya.
Baca juga : DPRD Sarankan Pemda DKI Mulai Ketatkan Ikat Pinggang
Pendaftaran dibagi dua tahap. Pertama, pada 1–7 Oktober 2025 khusus perusahaan dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sudah terdaftar dalam Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP) untuk mengunggah kebutuhan magang.
Tahap kedua, pada 7–13 Oktober diperuntukkan bagi lulusan perguruan tinggi maksimal setahun setelah lulus.
Airlangga mengatakan, Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 198 miliar pada 2025 dan jumlah yang sama pada 2026. Program berlangsung enam bulan, mulai Oktober 2025 hingga Maret 2026.
Baca juga : Melihat SPPG Polri Yang Dipuji BGN & DPR: Siswa Bisa Pilih Menu, Sanitasi Diperketat
“Perusahaan tidak perlu membayar gaji untuk para pekerja magang tersebut, karena insentifnya dibayar Pemerintah,” ujarnya. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menambahkan, syarat administrasi untuk peserta dipermudah.
“Kami sudah memiliki data lulusan perguruan tinggi setahun terakhir, sehingga registrasi cukup dilakukan melalui akun SIAPKerja tanpa syarat dokumen tambahan,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya