Dark/Light Mode

Layani Logistik Vital Capai 51 Juta Ton Barang

Kinerja KAI Makin Moncer, Dongkrak Ekonomi Negeri

Minggu, 5 Oktober 2025 06:30 WIB
Sektor perkeretaapian di Indonesia berkembang dengan sangat dinamis. (Foto: Dok. KAI)
Sektor perkeretaapian di Indonesia berkembang dengan sangat dinamis. (Foto: Dok. KAI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kiprah PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI yang makin moncer membuat ekonomi nasional makin menyala. Hingga September 2025, perusahaan pelat merah itu melayani angkutan 51 juta ton barang yang memiliki dampak besar sebagai penopang perekonomian.

Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengakui, sektor perkeretaapian di Indonesia memang berkembang dengan sangat dinamis, setidaknya dalam 15 tahun terakhir. 

Di satu sisi, lanjut Aditya, beberapa paradigma baru mewarnai perkembangan perkeretapian. Misalnya, pembangunan infrastruktur perkeretaapian di luar Pulau Jawa, revitalisasi perkeretaapian perkotaan, adopsi teknologi KA berkecepatan tinggi dan sistem kendali otomatis, serta era multioperator. 

Baca juga : DPRD Sarankan Pemda DKI Mulai Ketatkan Ikat Pinggang

“Hingga integrasi manajemen operasi dan infrastruktur menandai dinamika perkeretaapian Indonesia,” beber Aditya kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Di sisi lain, masih ada banyak tantangan yang dihadapi industri perkeretaapian, seperti ketersediaan dan skema pendanaan pembangunan infrastruktur perkeretaapian, pangsa pasar angkutan logistik berbasis KA. 

Lalu, keselamatan perlintasan sebidang, alih teknologi dan kemandirian industri KA, termasuk pembentukan badan usaha prasarana perkeretaapian. 

Baca juga : Melihat SPPG Polri Yang Dipuji BGN & DPR: Siswa Bisa Pilih Menu, Sanitasi Diperketat

“Semua itu hanya sebagian tantangan dalam mengembangkan lebih lanjut perkeretaapian Indonesia,” katanya. 

Bahkan, pengembangan ekosistem perkeretaapian di masa depan seharusnya juga lebih dititikberatkan dan diarahkan pada pengembangan KA perkotaan. Termasuk KA Aglomerasi dan KA Bandara, pengembangan angkutan logistik berbasis KA yang terintegrasi. 

“Terpenting, perlunya pengembangan kereta api antarkota jarak jauh dengan adopsi teknologi kereta api kecepatan tinggi,” ucapnya. 

Baca juga : Akhirnya Ditangkap Polisi: Bjorka Tak Lulus SMK, Jadi Hacker Otodidak

Dia berharap, baik Pemerintah maupun PT KAI sebagai penyelenggara angkutan umum berbasis kereta api, bisa menghadirkan inovasi dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. 

Hal yang juga harus dikedepankan KAI, sambung dia, adalah terkait peningkatan keselamatan dan layanan KA. Begitu juga peran KAI dalam sistem angkutan logistik. 

Dia melihat, saat ini KAI telah menghadirkan layanan berbasis digitalisasi, otomatisasi, serta kecerdasan buatan/akal imitasi. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.