Dark/Light Mode

PTPN IV Tegaskan Kebun Teh Simalungun Tak Akan Dikonversi

Senin, 6 Oktober 2025 14:59 WIB
Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional II!Muhammad Ridho Nasution saat meninjau Kebun Teh Sidamanik di Simalungun, Sumatera Utara. (Foto: PTPN IV)
Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional II!Muhammad Ridho Nasution saat meninjau Kebun Teh Sidamanik di Simalungun, Sumatera Utara. (Foto: PTPN IV)

RM.id  Rakyat Merdeka - PTPN IV Regional II memastikan tidak akan melakukan konversi lahan Kebun Teh Sidamanik dan Kebun Teh Bah Butong menjadi kebun sawit.

Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional II, Muhammad Ridho Nasution mengapresiasi pernyataan Bupati Simalungun bahwa kebun teh di Kabupaten Simalungun bukan hanya aser ekonomi, tetapi juga bagian dari jati diri daerah, warisan sejarah, dan sumber penghidupan ribuan warga.

Ridho mengamini pernyataan Bupati. Terlebih, Subholding PalmCo PTPN IV memang bergerak dalam bisnis komoditas teh. Sebab itu, perusahaan konsisten mengoptimalkan Kebun Teh Sidamanik dan Kebun Teh Bah Butong sebagai bagian dari unit bisnis strategis perusahaan.

"Perlu kami luruskan bahwa PTPN IV Regional II sama sekali tidak akan melakukan konversi atau mengubah total Kebun Teh Sidamanik dan Kebun Teh Bah Butong menjadi kebun sawit. Aksi korporasi yang dilakukan tak lain adalah mengoptimalkan Lahan Diberakan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima RM.id, Senin (6/10/2025).

Sebagai catatan. Lahan Diberakan disebut juga sebagai lahan tidur. Lahan ini dioptimalkan perusahaan melalui diversifikasi tanaman kelapa sawit tanpa mengabaikan pengelolaan kebun teh existing sebagai komoditas utama unit usaha Kebun Teh Butong dan Kebun Teh Sidamanik.

Baca juga : HUT TNI Ke 80, Prabowo: TNI Anak Kandung Rakyat Indonesia

Lagi pula, sudah puluhan tahun Lahan Diberakan tidak dikelola. Hal tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan dan negara. Bahkan, dapat melahirkan tindakan-tindakan melawan hukum. 

"Melalui kesempatan ini, izinkan kami juga menjelaskan langkah di balik pemilihan tanaman kelapa sawit untuk ditanam di Lahan Diberakan tersebut," kata Ridho.

Dari hasil kajian internal PTPN IV Regional II, penanaman teh di Lahan Diberakan begitu berat. Mengingat, ongkos produksi teh yang terus naik. Sebab itu, perusahaan mengambil langkah optimalisasi melalui opsi yang berkelanjutan dan sah.

Ridho menjelaskan, optimalisasi dilakukan tanpa mengganggu eksistensi kebun teh dan telah mempedomani peraturan perundangan yang berlaku, kajian, dan atensi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 

Sepanjang dua tahun terakhir, unit usaha kebun teh milik PTPN IV Regional II menunjukkan lonjakan performa yang signifikan dan telah mencetak berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Baca juga : UNTD Komit Hadirkan Ekosistem Kendaraan Ramah Lingkungan di Indonesia

Teranyar keberhasilan Teh Butong memenangkan National Tea Competition (NTC) 2025 di Yogyakarta pada 22 Mei 2025. Dalam ajang kompetisi bergengsi tersebut, Pabrik Teh Tobasari PTPN IV Regiona II juga keluar sebagai salah satu pemenang. 

Tak hanya itu, sepanjang tahun 2024, unit Kebun dan Pabrik Teh PTPN IV Regional II juga sukses menyabet penghargaan Turn Around Terbaik. Sebuah apresiasi untuk unit-unit usaha non-core PTPN IV PalmCo yang berhasil bangkit dari keterpurukan. 

"Setelah lebih dari dua dekade menghadapi tantangan berat dalam profitabilitas, Kebun Teh Bah Butong berhasil mencetak laba positif untuk pertama kalinya sejak 25 tahun terakhir, tepatnya hingga Mei 2025," ungkap Ridho.

Produk teh PTPN IV Regional II, yakni Teh Butong dan Teh Tobasari, kini juga telah menjangkau pasar yang lebih luas dan masuk dalam segmen premium. Produk ini telah dipercaya menjadi sajian eksklusif di sejumlah hotel ternama, termasuk Hotel Sinabung Hills Berastagi di Kabupaten Karo. 

Ridho berharap, langkah ini tidak hanya menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi juga membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar serta memperkuat posisi teh sebagai bagian dari kekayaan budaya dan lingkungan di Sumatera Utara. 

Baca juga : Ultah ke-21, DPD Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kepentingan Daerah

"Prestasi-prestasi di atas menjadi bukti dan bentuk komitmen PTPN IV Regional II untuk terus mempertahankan sekaligus mengoptimalkan kebun-kebun teh Perusahaan yang berada di Kabupaten Simalungun," tuturnya.

Perusahaan juga sangat memperhatikan aspek konservasi dalam langkah bisnisnya. Seperti sejumlah program pengendalian banjir dan konservasi tanah di kawasan ini, termasuk dengan penyiapan embung dan pendalaman parit sepanjang lebih dari 3 KM dengan lebar 2-3 meter dan berbagai pengendalian lainnya. 

"Perusahaan akan selalu berupaya agar optimalisasi lahan ini memberi manfaat banyak bagi masyarakat dan tetap menjaga ekosistem kawasan Sidamanik," pungkas Ridho.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.