Dark/Light Mode

Gelar Wealth Wisdom 2025, Permata Bank Genjot Ketahanan Finansial

Rabu, 8 Oktober 2025 06:35 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan) bersama (dari kiri) Direktur Hukum dan Kepatuhan Permata Bank Dhien Tjahajani, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli dan Direktur Consumer Banking Permata Bank Djumariah Tenteram, saat acara Wealth Wisdom Jakarta 2025 di Jakarta, Selasa (7/10/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kanan) bersama (dari kiri) Direktur Hukum dan Kepatuhan Permata Bank Dhien Tjahajani, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli dan Direktur Consumer Banking Permata Bank Djumariah Tenteram, saat acara Wealth Wisdom Jakarta 2025 di Jakarta, Selasa (7/10/2025). (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Di kesempatan yang sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, dalam kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang solid dan optimisme tinggi. 

Permata Bank di bawah induk Bangkok Bank yang memiliki nilai aset sekitar 130 miliar dolar AS (Rp 2.151 triliun) sangat besar jika dibandingkan dengan bank-bank besar nasional. 

“Ini terkait tata kelola (governance) yang baik, sehingga memberi rasa aman bagi para investor yang menempatkan dana di Permata Bank,” tutur Airlangga. 

Baca juga : ASEAN Jadi Pasar Digital Paling Dinamis Di Dunia

Dia menegaskan, perbankan berperan penting menjaga akses pembiayaan agar tetap inklusif dan berkelanjutan. Salah satunya, dengan memperluas penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat), termasuk untuk sektor perumahan. 

“Kami menyiapkan dana KUR sekitar Rp 130 triliun sampai Rp 131 triliun untuk sisi supply dan sekitar Rp 17 triliun untuk demand. Permata Bank diharapkan turut mendorong penyaluran ini,” ujarnya. 

Head of Corporate Communication Permata Bank Glenn Ranti mengatakan, Wealth Wisdom telah menjadi wadah berbagi literasi dan edukasi bagi masyarakat sejak 2014. 

Baca juga : Ditunggu Nih, Aksi Nyata DKI Atasi Buruknya Polusi

Wealth Wisdom merupakan upaya perusahaan untuk berbagi edukasi, bahwa kekayaan tidak hanya diukur dari uang semata. “Namun, ada aspek-aspek lain yang juga penting untuk dipikirkan,” katanya. 

Glenn menilai, literasi keuangan ternyata sangat dinantikan oleh para nasabah. Apalagi, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembahasan seputar uang, tetapi juga mengenai cara menyeimbangkan dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. 

Dia membeberkan, konsep holistic wealth yang diusung Permata Bank berdiri di atas enam pilar utama. Yaitu, frugality (kehati-hatian), purpose (tujuan hidup), health (kesehatan), relationship (hubungan), giving (berbagi) dan moment (menghargai waktu dan momen hidup). 

Baca juga : Kasus Kuota Haji, Eks Bendahara Amphuri Ditanya Pertemuan Dengan Eks Menag

“Keenam pilar ini menjadi dasar dari Wealth Wisdom agar masyarakat melihat kekayaan dengan cara yang lebih manusiawi,” tutup Glenn. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.