Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RI Punya Peluang Besar Dalam Rantai Pasok Global Energi Hijau, Ini Alasannya
Sabtu, 11 Oktober 2025 15:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan, Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran penting dalam rantai pasok global energi hijau. Satu alasannya, Indonesia memiliki pasokan mineral kritis seperti nikel, kobalt, tembaga, dan litium yang berlimpah.
Mineral kritis merupakan bahan baku utama untuk teknologi energi bersih seperti baterai kendaraan listrik, panel surya, dan turbin angin.
Badan Energi Internasional (IEA) memprediksi, permintaan mineral penting meningkat hingga empat kali lipat pada tahun 2040.
Baca juga : Pertamina Pelopor Produk Energi Rendah Karbon Di Kawasan Regional
"Sebagian besar sumber daya itu berada di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Ini akan membawa peluang dan tanggung jawab untuk mengelola sumberdaya kita dengan bijak. Untuk memastikan nilai-nilai yang adil, dan mempromosikan keberlanjutan yang menguntungkan semua," papar Sugiono dalam Indonesia International Sustainability Forum di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).
Sugiono juga menekankan komitmen pemerintah Indonesia untuk memastikan transisi energi berjalan secara adil, inklusif, dan berkelanjutan.
"Pertanyaannya bukanlah apakah kita akan bertindak, tetapi bagaimana kita bertindak. Ini penting untuk memastikan transisi energi kita adil, inklusif, dan berkelanjutan,” tutur Sugiono.
Baca juga : KPI Beberkan Lima Langkah Strategis Jawab Tantangan Energi Dunia
Indonesia telah mengambil langkah berani dengan memanfaatkan potensi mineral kritis untuk mendukung dekarbonisasi global. Salah satunya melalui kebijakan hilirisasi, yang fokus pada penciptaan nilai tambah di dalam negeri. Dengan membangun industri, meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, serta mendorong inovasi untuk memperkuat kemandirian bangsa.
"Indonesia akan memulai proyek strategis
untuk mempercepat penerapan emisi nol bersih pada 2026. Antara lain, dengan membangun 80 ribu PLTS di seluruh desa, yang akan menghasilkan hingga 100 gigawatt listrik berkelanjutan," jelas Sugiono.
Tak cuma itu, Indonesia juga akan mengganti pembangkit listrik berbahan bakar fosil dengan energi gas alam dan tenaga air. Di samping memperluas penggunaan biofuel dan biogas untuk menekan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya