Dark/Light Mode

SAIC Minta Insentif EV Diperpanjang, Kemenperin: Masih Dibahas

Sabtu, 11 Oktober 2025 19:41 WIB
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian RI, Eko S.A. Cahyanto, mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan SAIC Motor Corp., Ltd. yang dipimpin oleh Wang Xiaoqiu, Vice President of SAIC Motor Corp., Ltd., di Shanghai, Kamis (9/10). (Foto: Kemenperin)
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian RI, Eko S.A. Cahyanto, mewakili Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, melakukan pertemuan dengan jajaran pimpinan SAIC Motor Corp., Ltd. yang dipimpin oleh Wang Xiaoqiu, Vice President of SAIC Motor Corp., Ltd., di Shanghai, Kamis (9/10). (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perusahaan otomotif asal China, SAIC Motor Corp., Ltd., meminta agar pemerintah Indonesia memperpanjang dan memperluas pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk kendaraan listrik berbasis baterai (BEV).

Permintaan tersebut disampaikan oleh Vice President SAIC Motor Corp., Ltd., Zang Qing, dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI, Eko S.A. Cahyanto, di Shanghai, Kamis (9/10). Pertemuan itu juga dihadiri CEO PT SGMW Motor Indonesia (Wuling), Tang Wensheng, yang membahas kerja sama penguatan industri otomotif ramah lingkungan antara Indonesia dan China.

Dalam kesempatan itu, SAIC Motor berharap keberlanjutan insentif PPN DTP tetap diberikan bagi kendaraan BEV penumpang di bawah 10 orang dan bus listrik. Selain itu, perusahaan juga mengusulkan agar skema insentif tersebut diperluas untuk kendaraan komersial BEV yang sudah diproduksi di Indonesia, seperti Wuling MitraEV.

Baca juga : Austria Dan Denmark Gemilang, Kroasia Ditahan Imbang

Selain perpanjangan insentif, SAIC juga mendorong dukungan pemerintah terhadap model hybrid (HEV), plug-in hybrid (PHEV), dan Range-Extended Electric Vehicle (REEV) agar dapat masuk dalam kategori kendaraan rendah emisi karbon (LCEV).

Menanggapi hal tersebut, Sekjen Kemenperin Eko S.A. Cahyanto menyampaikan bahwa pemerintah mengapresiasi kontribusi SAIC Motor dan PT SGMW Motor Indonesia dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

“Kami mengapresiasi investasi yang telah dilakukan serta komitmen PT SGMW dalam memproduksi kendaraan listrik dengan tingkat TKDN lebih dari 40 persen,” kata Eko dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (10/10).

Baca juga : Prabowo Minta TNI Bantu Penegak Hukum Dan Pemerintah Jaga Kekayaan Alam

Eko menjelaskan, usulan mengenai keberlanjutan insentif PPN DTP maupun perluasan skema insentif untuk kendaraan komersial listrik saat ini masih dalam pembahasan internal pemerintah.

Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong agar produsen otomotif global seperti SAIC memperluas investasi dan memperbanyak lini kendaraan listrik yang sesuai dengan karakteristik konsumen Indonesia.

“Pemerintah juga berharap SAIC dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai rencana investasi berikutnya, khususnya untuk pengembangan platform elektrifikasi dan teknologi baru,” tutur Eko.

Baca juga : Barcelona Resmi Perpanjang Kontrak Marc Bernal

Kemenperin menilai kolaborasi strategis dengan pelaku industri otomotif global seperti SAIC Motor penting untuk mempercepat transformasi industri otomotif nasional menuju era kendaraan listrik.

“Dengan sinergi antara pemerintah dan industri, kami optimistis Indonesia dapat menjadi pusat produksi dan ekspor kendaraan listrik di kawasan ASEAN,” pungkas Eko.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.