Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Multipolar Technology, UPH Dan Tsinghua Garap Program AI Kesehatan Lintas Negara
Senin, 20 Oktober 2025 11:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) bersama Universitas Pelita Harapan (UPH) dan Tsinghua University sepakat menggarap Global Health Artificial Intelligence Program. Sebuah inisiatif lintas negara untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) di bidang kesehatan. Kolaborasi ini menjadi tonggak baru kemitraan Indonesia-China dalam riset, pendidikan, dan inovasi AI untuk layanan kesehatan global.
Seremoni penandatanganan berlangsung di Lippo AI Tower, Jakarta, Minggu (19/20/2025). Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, Founder & Chairman Lippo Group Dr. Mochtar Riady, serta Duta Besar China untuk Indonesia serta Wang Lutong.
Program Global Health Artificial Intelligence akan berada di bawah pengelolaan dan koordinasi MLPT, bagian dari Lippo Group dan salah satu perusahaan teknologi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. MLPT akan menyinergikan riset akademik, infrastruktur teknologi, serta implementasi praktis di kedua negara.
Program ini mempertemukan tiga kekuatan besar yaitu Tsinghua University sebagai representasi keunggulan Tiongkok dalam riset AI dan ilmu kehidupan. Universitas Pelita Harapan sebagai pelopor pendidikan AI dan data science di Indonesia, serta Multipolar Technology sebagai penggerak transformasi digital nasional di bidang cloud service, keamanan siber, dan solusi berbasis AI.
Baca juga : UHC Dan Lima Program Kesehatan Paru
Presiden Direktur Multipolar Technology, Harianto Gunawan mengatakan pihaknya merasa terhormat mengambil peran kepemimpinan dalam kemitraan strategis ini. "Program ini mempertemukan para pemikir terbaik dunia dari Tsinghua dan UPH, menggabungkan keunggulan akademik dengan penerapan industri,” Harianto, dalam keterangan tertulis, Senin (20/10/2025).
Mendorong Riset, Teknologi, dan Talenta
Program Global Health Artificial Intelligence akan berfokus pada penguatan kolaborasi di tujuh bidang utama, mulai dari riset bersama, pelatihan, hingga transfer teknologi. Kolaborasi ini mencakup pengembangan analisis genomik berbasis AI, penemuan vaksin, optimalisasi manajemen rumah sakit, analitik prediktif, serta pengobatan presisi.
Selain itu, kerja sama ini juga meliputi pelatihan dan peningkatan kapasitas melalui program bersama, lokakarya, dan kurikulum pascasarjana di bidang AI untuk kesehatan. Pertukaran peneliti dan klinisi akan dilakukan untuk mendorong inovasi lintas negara, disertai penguatan transfer teknologi dan komersialisasi agar riset dapat diadopsi industri dan diproduksi secara lokal.
Aspek regulasi dan etika juga menjadi perhatian utama. Kedua pihak akan mengembangkan standar tata kelola, keamanan, serta etika penggunaan AI dalam teknologi kesehatan. Sebagai tindak lanjut, disiapkan pula pembentukan Laboratorium Bersama Belt and Road untuk AI di Bidang Kesehatan Global, serta berbagai proyek kolaboratif lain yang akan disepakati bersama.
Berlandaskan Kemitraan Strategis Indonesia–China
Baca juga : Luhut Tanggapi Desakan Aliansi Ekonom Stop Program Makan Bergizi Gratis
Inisiatif ini lahir dari kemitraan strategis antara Indonesia dan China melalui Belt and Road Initiative (BRI) dan Global Maritime Fulcrum (GMF). Kolaborasi ini memperkuat kerja sama bilateral dalam bidang sains, teknologi, serta pengembangan talenta.
Ketua Dewan Tsinghua University, Prof. Qiu Yong, menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini mencerminkan visi bersama untuk menjadikan kecerdasan buatan sebagai kekuatan bagi kesetaraan kesehatan global.
“Tsinghua berkomitmen memperdalam kolaborasi dengan Indonesia melalui riset, inovasi, dan pendidikan dalam bidang AI dan ilmu kesehatan,” ujar Qiu.
Sementara itu, Presiden Universitas Pelita Harapan (UPH), Dr. Stephanie Riady, B.A., M.Ed, menegaskan misi UPH dalam mendukung kemajuan pendidikan dan inovasi.
Baca juga : BP BUMN Jadi Regulator, Danantara Bisa Lebih Lincah Kelola Perusahaan Negara
“UPH bangga mewakili kontribusi akademik Indonesia dalam inisiatif transformatif ini. Tujuan kami adalah membina ilmuwan dan insinyur AI yang melayani kemanusiaan melalui inovasi dan keunggulan yang berlandaskan iman,” ujarnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya