Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya menuntaskan tunggakan pembayaran kepada pelaku usaha sektor Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) dalam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Nilainya hampir mencapai Rp 400 miliar dan ini menjadi perhatian Pemerintah untuk segera diselesaikan secara adil dan transparan.
Purbaya mengaku akan menelusuri posisi penanganan masalah tersebut, guna me- mastikan penyelesaian yang memberikan kepastian bagi dunia usaha.
“Nanti akan segera saya cek. Karena 2021 saya belum tahu (belum jadi Menteri Keuangan). Soal ini belum sampai ke saya juga,” kata Purbaya kepada wartawan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Baca juga : Kylian Mbappe Nggak Bakal Tergantikan Di Timnas Prancis
Menurutnya, Pemerintah berkomitmen menjaga kepercayaan dan keberlanjutan usaha para pelaku industri yang telah bekerja sama dengan kementerian dan lembaga.
“ Memang saya pernah dengar ada vendor atau kontraktor yang mengerjakan proyek Pemerintah atau Kementerian yang sampai saat ini belum dibayar, padahal pelaksanaannya sudah berjalan. Saya akan lihat sudah sampai mana penanganannya dan akan saya pelajari untuk diselesaikan,” ungkap Purbaya.
Ketua Umum Indonesia Congress and Convention Association (INCCA) Iqbal Alan Abdullah menyambut baik langkah Menkeu. Dia menyebut tagihan puluhan vendor yang mengerjakan proyek PON XX Papua 2021 belum dibayarkan dengan nilai sekitar Rp 340 miliar, sebagian besar berasal dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Baca juga : KPK Ungkap Korupsi Bansos Beras Untungkan Perusahaan Rudy Tanoe Rp 108 M
“Nilai Rp 340 miliar belum termasuk utang Pekan Paralim- piade Nasional (Perpanas) Rp 58 miliar. Jadi, totalnya hampir Rp 400 miliar,” ujar Iqbal.
Dia berharap, langkah cepat Kementerian Keuangan dapat memberikan kepastian bagi pelaku usaha MICE.
“Kalau masalah pembayaran dan akses pembiayaan di- bereskan, roda usaha bisa ber- putar lagi. Industri pariwisata, MICE dan event pasti mampu memberi kontribusi lebih cepat bagi pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Baca juga : Ronaldo Cs Tundukkan Hungaria Lewat Drama 5 Gol
Selain menyikapi tunggakan, Purbaya juga menyoroti pentingnya penguatan akses pem- biayaan bagi pelaku usaha MICE. Menurutnya, prinsip kehati-hatian perbankan tetap penting, namun Pemerintah akan terus mendorong, agar likuiditas sektor perbankan cukup untuk memperluas penyaluran kredit.
“Itu bisnis normal dari perbankan agar mereka tidak merugi, jadi syarat pinjaman ketat. Yang penting, kalau bank uangnya banyak, faktor pendorong mereka menyalurkan kredit jadi lebih besar,” ujar Purbaya.
Langkah Kementerian Keuangan menindaklanjuti persoalan tunggakan dan memperkuat pembiayaan sektor MICE, diharapkan Purbaya, dapat memulihkan keper cayaan pelaku usaha, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional inklusif dan berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya