Dark/Light Mode

Capaian 1 Tahun Sektor UMKM: KUR Produktif Tembus Di Atas 60 Persen

Jumat, 24 Oktober 2025 19:14 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat membahas capaian program prioritas Kementerian UMKM selama satu tahun. (Foto: Humas Kementerian UMKM)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat membahas capaian program prioritas Kementerian UMKM selama satu tahun. (Foto: Humas Kementerian UMKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menyebut, capaian pelaksanaan program prioritas selama satu tahun Kabinet Merah Putih di sektor UMKM salah satunya adalah menjadikan UMKM sebagai motor penggerak perekonomian nasional.

Terbukti, hingga Oktober 2025, Kementerian UMKM mencatat sejumlah capaian penting. Di antaranya, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 20 Oktober 2025 telah mencapai Rp 218 triliun kepada 3,72 juta debitur, dengan rincian 1,08 juta debitur graduasi dan 1,05 juta debitur baru.

“Penyaluran KUR menunjukkan capaian positif. Sebanyak 60,6 persen telah disalurkan ke sektor produktif, melampaui target yang telah ditetapkan,” kata Maman dalam keterangan resmi, Jumat (24/10/2025).

Baca juga : BUMN Diharapkan Bisa Pacu Produksi Si Manis

Maman menegaskan, sejak awal masa kepemimpinannya, Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan komitmen memajukan UMKM agar naik kelas. Pemerintah berkomitmen mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi UMKM, terutama dalam hal akses pendanaan.

Untuk itu, Kementerian UMKM hadir untuk memastikan peran UMKM benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia, baik dalam penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing, maupun perluasan pasar domestik dan ekspor.

Capaian tersebut juga memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), program KUR berhasil menciptakan lapangan kerja baru dengan rata-rata penyerapan tenaga kerja sebanyak dua hingga tiga orang per debitur.

Baca juga : Sektor Produktif Bisa Bangkit

Selain pembiayaan, Maman juga menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya meningkatkan status gizi anak dan masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui pelibatan pengusaha UMKM sebagai penyedia bahan pangan.

“Hingga saat ini, tercatat sebanyak 9.796 UMKM telah terlibat sebagai penyedia bahan pangan bergizi di berbagai wilayah. Program ini bukan sekadar intervensi sosial, tetapi juga strategi ekonomi kerakyatan yang konkret,” ungkapnya.

Selain itu, dalam pelaksanaan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM, Kementerian UMKM terus mendorong alokasi 30 persen ruang komersial publik bagi pengusaha UMKM.

Baca juga : Serapan KUR UMKM Produksi Tembus 60%, Lamhot Apresiasi Pemerintah dan Bank Himbara

Hingga triwulan kedua tahun ini, Pemerintah telah berhasil menyediakan 40,08 persen infrastruktur publik bagi UMKM.

“Sebanyak 6.400 UMKM telah memanfaatkan fasilitas tersebut di 392 unit infrastruktur publik,” ujarnya.

Maman menambahkan, seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, dan masyarakat. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.