Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pengamat Dukung Prabowo Aliri Listrik ke Seluruh Desa: Itu Sangat Esensial
Kamis, 30 Oktober 2025 21:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan seluruh desa dan kelurahan akan teraliri listrik di akhir tahun 2029. Program ini digulirkan agar Indonesia segera merdeka dari kegelapan.
Pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansyah mendukung program listrik hingga ke pelosok desa ini. Menurut dia, program ini sebagai komitmen pemerintah menghadirkan layanan publik yang optimal.
"Itu sangat esensial. Listrik merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat, apalagi di daerah 3T (daerah tertinggal, terdepan, dan terluar," kata Trubus, Kamis (30/10/2025).
Di sektor pendidikan, kata dia, keberadaan listrik mendukung kegiatan belajar dan mengajar di sekolah. Listrik memungkinkan pelajar mengakses sumber pembelajaran digital lewat internet. "Apalagi saat ini Pemerintah sedang gencar menggenjot sektor pendidikan," kata Trubus.
Baca juga : Setahun Prabowo-Gibran, LSI Denny JA: Hubungan Internasional Paling Memuaskan
Untuk layanan publik, keberadaan listrik sangat fundamental. Seperti, untuk lampu lalu lintas, penerangan jalan, hingga layanan darurat seperti rumah sakit. "Pelayanan publik sangat mengandalkan pasokan listrik yang stabil," katanya.
Dia melanjutkan, program yang baik ini harus juga dieksekusi secara baik pula. Dalam arti, pemerintah harus terus menerus melakukan edukasi terlebih dulu. "Edukasi penting agar masyarakat, terutama penerima manfaat, mengetahui pentingnya listrik bagi kehidupan mereka," kata Trubus.
Edukasi yang berkelanjutan juga bisa menyadarkan masyarakat untuk bisa terus merawat dan memelihara fasilitas yang sudah diberikan. Dengan begitu, fasilitas ini bisa terus dinikmati bahkan dikembangkan. "Edukasi punya peran penting dalam kesuksesan sebuah program," kata Trubus.
Setelah tahapan edukasi, lanjut Trubus, pemerintah juga perlu melakukan langkah-langkah sosialisasi. Sosialisasi yang baik akan mengikis resistensi dari masyarakat.
Baca juga : Setahun Pemerintahan Prabowo, Diplomasi Investasi Melesat
"Dengan sosialisasi yang baik, penerima manfaat juga akan mengerti dan memahami betapa program ini punya dampak yang besar dan berkesinambungan," kata dia.
Langkah terakhir, lanjut Trubus, Pemerintah juga harus menyiapkan peraturan teknis. Dengan begitu, masyarakat tahu hak dan kewajibannya. "Misal, jika dalam perjalanannya konsumsi listrik ini harus bayar, jadi masyarakat bisa menerima," katanya.
Pemerintah berupaya menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri. Bukan sekadar menyalakan lampu, tetapi membuka akses menuju pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Sekali lagi saya perintahkan, agar 2029 sampai 2030, semua desa, semua kelurahan, sudah harus ada listrik," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, saat meresmikan tiga Proyek Strategis Merdeka dari Kegelapan, di Minahasa, Rabu (29/10/2025).
Baca juga : Pertamina Dukung Swasembada Energi Untuk Ketahanan Nasional
Tiga Proyek Strategis Merdeka dari Kegelapan yang diresmikan, yaitu Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Sulawesi Utara; Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Wairara (128 kW) di Sumba Timur Nusa Tenggara Timur; serta PLTMH Anggi I (150 kW) dan Groundbreaking PLTMH Anggi II (500 kW) di Pegunungan Arfak Papua Barat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya