Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kinerja Operasional Solid, Laba Bersih Bukit Asam Tembus Rp 1,4 Triliun
Jumat, 31 Oktober 2025 06:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian yang solid untuk periode sembilan bulan pertama (9M) yang berakhir pada 30 September 2025.
Di tengah tekanan harga batu bara global, perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,4 Triliun dan EBITDA sebesar Rp3,6 Triliun.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menyatakan bahwa kinerja positif ini dicapai melalui peningkatan efisiensi biaya dan optimalisasi portofolio pasar domestik.
Di tengah tekanan harga batu bara global yang masih menurun sepanjang 2025, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berhasil mempertahankan kinerja operasional yang solid serta menjaga profitabilitas melalui peningkatan efisiensi biaya dan optimalisasi portofolio pasar domestik.
"Hal ini tercermin dari pertumbuhan volume produksi dan penjualan yang tetap positif, serta realisasi capex yang mendukung keberlanjutan operasi dan proyek logistik strategis," ujar Arsal Ismail dalam keterangan tertulis, Jumat (31/10/2025).
Peningkatan Volume dan Penurunan Harga Jual
Baca juga : Kinerja Solid, BRI Kantongi Laba Rp 41,2 Triliun Di Triwulan III-2025
Secara operasional, PTBA mencatatkan pertumbuhan volume produksi sebesar 9 persen dan kenaikan volume penjualan sebesar 8 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY).
Rincian volume operasional 9M25 adalah sebagai berikut:
* Volume Produksi mencapai 35.895.510 Ton, naik 9 persen dari 32.970.174 Ton pada 9M24.
* Volume Penjualan mencapai 33.704.232 Ton, naik 8 persen dari 31.277.526 Ton pada 9M24. Penjualan domestik naik 11 persen dan ekspor naik 4 persen.
Meskipun volume penjualan meningkat, pendapatan usaha PTBA hanya naik 2 persen YoY menjadi Rp31,3 Triliun.
Baca juga : Pameran Internasional PCS 2025 Dorong Kolaborasi Industri Cat Asia Tenggara
Hal ini disebabkan oleh pelemahan harga batu bara global yang berimbas pada harga jual rata-rata (ASP) yang tercatat menurun 6 persen YoY.
Tercatat, Newcastle Index (NCI) turun 22 persen dan ICI-3 turun 16 persen YoY. Hingga akhir September 2025, porsi penjualan domestik tercatat sebesar 56 persen, sedangkan sisanya 44 persen merupakan ekspor.
Lima negara tujuan ekspor terbesar PTBA adalah Bangladesh, India, Filipina, Vietnam, dan Korea Selatan.
Kenaikan Beban dan Belanja Modal
Beban pokok pendapatan terealisasi sebesar Rp27,8 Triliun, naik 11 persen YoY. Kenaikan beban ini seiring dengan peningkatan volume operasional dan berdampak dari pencabutan subsidi komponen FAME pada Biodiesel serta kewajiban menggunakan B40, yang meningkatkan harga BBM/liter sebesar 8 persen YoY.
Sampai dengan kuartal III-2025, belanja modal (capex) PTBA sudah terealisasi sebesar Rp3,0 Triliun, atau 41 persen dari target tahunan Rp7,2 Triliun. Mayoritas belanja modal tersebut digunakan untuk Pengembangan angkutan Tanjung Enim-Kramasan.
Baca juga : Laba Bersih BTN Tumbuh Double Digit Tembus Rp 2,3 Triliun
Perusahaan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,4 Triliun.
Komitmen Strategi Jangka Panjang
Corporate Secretary Division Head, Eko Prayitno, menambahkan bahwa perusahaan akan terus berupaya untuk optimalisasi kinerja.
"PTBA secara konsisten melakukan cost leadership dari sisi internal Perusahaan untuk mencapai kinerja yang optimal. Perbaikan harga diharapkan membawa dampak positif seiring dengan berbagai strategi marketing maupun operasional yang dilakukan oleh perusahaan.
Di tengah kondisi pasar global cukup menantang dan tren koreksi harga batu bara, Perseroan tetap mencatatkan kinerja yang positif.
Ke depan, Perseroan akan terus mendorong efisiensi biaya, meningkatkan kinerja, serta memperluas portofolio usaha yang berkelanjutan," tutup Eko Prayitno.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya