Dark/Light Mode

Soal Investasi Drone Di Indonesia

Luhut Jadi Kunci Pertemuan Prabowo dan Menhan Abu Dhabi

Sabtu, 22 Februari 2020 23:12 WIB
Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

RM.id  Rakyat Merdeka - Abu Dhabi berniat mengucurkan investasi ke Indonesia di sektor kedirgantaraan dan pertahanan. Salah satunya, untuk perakitan drone atau pesawat terbang tanpa awak yang akan digarap di Indonesia. 

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pada 23 Februari mendatang Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja ke Abu Dhabi untuk mematangkan rencana investasi tersebut. 

“Dengan kerja sama ini, Abu Dhabi berniat mentransformasikan teknologi perakitan drone. Kita memang sudah punya drone. Tapi kita mau bikin yang canggih. Jadi Abu Dhabi pengin join untuk pengembangan teknologinya,” ujar Luhut usai bertemu Prabowo di kantor Kemenko Maritim dan Investasi di Jakarta, kemarin. 

Baca juga : KBRI Senegal Pantau Investasi Indonesia Bangun Gedung Tertinggi Afrika

Dilanjutkan Luhut, bentuk kerja sama yang akan dijalin dengan Abu Dhabi berupa joint venture, atau perusahaan patungan dalam pengembangan teknologi.

Luhut mengaku, dalam rencana kerja sama ini, dirinya bertindak sebagai pembuka komunikasi antara Prabowo dan pemerintah setempat. 

“Pak Prabowo akan ketemu Menhannya Abu Dhabi. Saya kan kenal. Jadi ada rencana apa, kerja sama, atau mengenai drone, mengenai persenjataan, mengenai apa, akan lanjut dengan menteri masing-masing,” kata Luhut. 

Baca juga : Siap Lawan Thailand dan Uni Emirat, Timnas Indonesia Ikuti 6 Kali Pemusatan Latihan

Abu Dhabi sebelumnya, melalui Uni Emirat Arab (UEA) telah menyatakan komitmen untuk berinvestasi di Indonesia senilai 22,8 miliar dolar AS atau Rp 319,8 triliun. 

Investasi tersebut salah satunya termasuk akan digelontorkan untuk sektor dirgantara hingga pertahanan. Presiden Jokowi bersama sejumlah jajaran menteri sudah bertandang ke Abu Dhabi pada Januari 2020. 

Ada beberapa kerja sama yang disepakati dari kunjungan tersebut. Pertama, pembangunan fasilitas pengolahan minyak atau kilang proyek revitalisasi (Re¬finery Development Master Plan/RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Baca juga : 100 Hari Kabinet, Prabowo Paling Banyak Dibicarakan Warganet

Kedua, kerja sama di pengembangan industri petrokimia dengan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). Ketiga, kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia Maspion di Surabaya, Jawa Timur.Total investasi dari tiga kerja sama tersebut ditaksir mencapai 9 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 126 triliun. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.