Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pusat PVTPP Kementan Dorong Daerah Daftarkan Varietas Lokal Jadi Aset Unggulan
Rabu, 22 Oktober 2025 21:27 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mendaftarkan varietas lokal sebagai aset berharga daerah. Langkah ini dilakukan guna memperkuat perlindungan tanaman unggulan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) menggelar kegiatan promosi pengelolaan layanan varietas tanaman, perizinan, serta investasi pupuk dan pestisida. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan layanan publik dan ajakan kepada masyarakat untuk mendaftarkan varietas lokal sebagai aset yang dilindungi secara hukum.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai, pendaftaran varietas dan perizinan pupuk pestisida merupakan kewajiban penting pemerintah daerah. Pupuk dan pestisida dinilai sangat penting untuk menjaga produktivitas tanaman.
“Saya juga mengajak pemerintah daerah segera mendaftarkan varietas lokalnya sebagai aset masa depan yang bisa kita banggakan,” ujar Amran dalam keterangannya, Rabu (22/10/2025).
Baca juga : Strategi Penempatan Dana Danantara Jaga Likuiditas dan Nilai Aset Negara
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Ali Jamil mengapresiasi langkah Kepala PVTPP Leli Nuryati yang terus memperkuat pelayanan publik di bidang perizinan dan pendaftaran tanaman.
“Kami berterima kasih atas kerja keras PVTPP yang konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Ali Jamil di Jakarta, Rabu (22/10/2025).
Ali menjelaskan, promosi dan pendaftaran varietas tanaman penting dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha, individu, dan pemerintah daerah. “Kita harus bisa memanfaatkan dan menjaganya secara maksimal, baik pada pupuk pestisida maupun pendaftaran varietas,” katanya.
Ia mencontohkan maraknya peredaran tanaman hias melalui jaringan daring yang kerap tidak diawasi petugas karantina. “Contoh, kita mengekspor tanaman hias, tapi juga mengimpor tanaman hias. Perdagangan daring ini bisa berbahaya bagi keamanan karena sering tak diawasi karantina,” jelasnya.
Baca juga : Menteri Mukhtarudin: Pelindungan PMI Prioritas Utama Asta Cita
Menurut Ali, pendaftaran varietas lokal penting untuk memastikan perbanyakan dan peredarannya sesuai perizinan yang berlaku. “Kita ingin semua varietas lokal bisa terdaftar di PVTPP. Pelaku usaha juga diharapkan bekerja sama agar tak ada produk beredar tanpa izin edar,” tegasnya.
Kepala PVTPP Leli Nuryati menyampaikan apresiasi atas perhatian pimpinan Kementerian Pertanian terhadap pelayanan publik di bidang perlindungan varietas tanaman. Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen mempermudah layanan perizinan dan investasi berbasis teknologi informasi demi kemudahan dan transparansi.
“Pada kesempatan ini, kami juga mengapresiasi para pelaku usaha dan lembaga pelatihan pertanian yang ikut dalam kegiatan promosi pengelolaan perizinan dan investasi pupuk pestisida,” ujarnya.
Leli menambahkan, Indonesia memiliki keragaman varietas lokal yang telah terdaftar dan mendapat sertifikasi dari PVTPP. Ke depan, ia berharap kekayaan tersebut menjadi dasar penguatan ketahanan pangan nasional.
Baca juga : Pasca Terbitnya PP 28/2025, Penguatan Tata Kelola Varietas Tanaman Jadi Kunci
“Indonesia merupakan negara dengan plasma nutfah terbesar di dunia. Saya berharap semua varietas lokal di daerah segera didaftarkan menjadi varietas kebanggaan,” katanya.
Sebagai contoh, Leli menyebut varietas lokal talas beneng asal Pandeglang yang telah didaftarkan sebagai komoditas unggulan daerah. “Kalau varietas lokal dibawa dan dikembangkan daerah lain, padahal aslinya milik Banten, tentu kita rugi. Karena itu, pendaftaran penting agar varietas kita terlindungi,” jelasnya.
Melalui PVTPP, pemerintah berupaya memastikan setiap produk pertanian yang beredar di pasar memiliki izin dan sertifikasi resmi. Tujuannya agar varietas lokal terlindungi secara hukum, memberi nilai ekonomi bagi petani, serta memperkuat daya saing pertanian nasional di pasar global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya