Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Komitmen dan Daya Saing Pertamina International Shipping
PT PIS: Nakhoda Samudra Global, Menjaga Cakrawala dan Bangsa
Jumat, 31 Oktober 2025 14:42 WIB
Sebelumnya
Pelaut Indonesia Go Global
Upaya membangun daya saing global bukan hanya soal kapal, tapi manusia di balik kemudi. Melalui perusahaan afiliasi PT Pertamina Marine Solutions (PMSol), PIS menandatangani kerja sama dengan Chemikalien Seetransport (CST) Singapore, anak usaha perusahaan Jerman yang telah 65 tahun berkecimpung di industri kapal dunia.
“Kami ingin pelaut Indonesia punya kesempatan berlayar di samudra dunia, membawa nama bangsa,” kata Dian Prama Irfani, Direktur PMSol, dalam wawancara di Kantor PMSol, Jakarta, 14 Agustus 2025.
Kini, lebih dari 2.000 pelaut Indonesia dikelola PMSol untuk 350 kapal di berbagai perairan global. Dengan kolaborasi CST, mereka akan menjalani pelatihan dan sertifikasi berstandar internasional.
Baca juga : Kemenag Matangkan Persiapan MQK Internasional Pertama Di Sulawesi Selatan
“Kerja sama ini adalah validasi global bagi sistem crewing Indonesia. Kami percaya pada profesionalisme dan kualitas pelaut Indonesia,” ujar Capt. Maheswaran Muniandy, Managing Director CST Singapore, dalam keterangan tertulis yang diterima di hari yang sama.
Top Employer 2025: Bukti Komitmen SDM Unggul
Prestasi lain datang dari bidang sumber daya manusia. Pertamina International Shipping resmi meraih Sertifikasi Top Employer 2025 dari Top Employers Institute, lembaga global independen berbasis di Belanda. Sertifikasi ini menempatkan PIS sejajar dengan perusahaan kelas dunia, yang memiliki sistem pengelolaan SDM terbaik.
“Kami tidak hanya membangun kapal, tapi juga manusia yang menakhodainya,” kata Dewi Kurnia Salwa, Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PIS, saat ditemui di Menara PIS, 19 Oktober 2025.
Kapal Gamsunoro, sebuah kapal tanker pengangkut minyak mentah milik PT Pertamina International Shipping (PIS). Kapal ini termasuk dalam kelas Aframax berbobot 100.000 DWT dan berlayar di rute internasional sejak 2021. [Foto ilustrasi: universitaspertamina.ac.id]
Baca juga : Kilang Pertamina Atasi Sampah, Warga Kutawaru Raup Cuan
Menurut Dewi, PIS menempatkan manusia sebagai pusat pertumbuhan. “Kami ingin PIS menjadi Employer of Choice di industri energi dan logistik maritim dunia.”
Program pelatihan, pengembangan kepemimpinan, hingga talent mobility lintas negara, menjadi bagian dari strategi PIS mencetak SDM berkelas global. “Karena daya saing global bukan hanya soal teknologi, tapi tentang karakter dan nilai,” ujarnya.
Menjaga Cakrawala, Menjaga Bangsa
Di tengah arus globalisasi dan transisi energi dunia, PIS memilih jalannya sendiri: membangun kekuatan nasional dengan standar global. Dari laut yang berombak hingga ruang rapat ber-AC, semangatnya sama —menjaga ketahanan energi bangsa, mengibarkan merah putih di samudra dunia.
Baca juga : Dukung Transisi Energi: Kilang Pertamina Internasional Terapkan Strategi Khusus
“Indonesia ini negeri maritim. Kalau laut kita kuat, bangsa ini berdaulat,” kata Gita Wirjawan, menutup percakapan siang itu. Dan di tengah semua gelombang itu, Pertamina International Shipping terus menakhodai kapal besar bernama Indonesia — menuju pelabuhan masa depan, di mana kompetensi dan komitmen menjadi benderanya. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya