Dark/Light Mode

Menjaga Laut, Menjaga Masa Depan: Jejak Inovasi Hijau PIS

Jumat, 31 Oktober 2025 16:36 WIB
Separuh lebih dari armada PIS kini telah menggunakan biofuel, enam kapal beroperasi dengan LPG dan LNG, 40 kapal lainnya dipasangi energy-saving devices yang menekan konsumsi bahan bakar hingga 20 persen. [Foto ilustrasi: Dok PIS]
Separuh lebih dari armada PIS kini telah menggunakan biofuel, enam kapal beroperasi dengan LPG dan LNG, 40 kapal lainnya dipasangi energy-saving devices yang menekan konsumsi bahan bakar hingga 20 persen. [Foto ilustrasi: Dok PIS]

 Sebelumnya 
Langkah itu tidak sekadar ambisi. Dalam ajang IDX Channel ESG Awards 2025, PIS diganjar Anugerah Utama Sektor Transportasi Logistik: Transisi Menuju Pelayaran Hijau. Penghargaan itu diberikan atas konsistensi mereka dalam mendorong praktik ramah lingkungan—mulai dari penggunaan bahan bakar rendah emisi hingga peremajaan armada berstandar International Maritime Organization (IMO).

Separuh lebih dari armada PIS kini telah menggunakan biofuel, enam kapal beroperasi dengan LPG dan LNG, sementara 40 kapal lainnya dipasangi energy-saving devices yang menekan konsumsi bahan bakar hingga 20 persen. Selain itu, pembatasan daya mesin (engine power limitation) dan manajemen pelayaran berbasis data diterapkan di seluruh rute untuk meminimalkan polusi.

“Upaya ini menurunkan emisi karbon hingga 51.357 ton CO₂, atau 47 persen di atas target tahunan kami,” tutur Vega. “Ini bukti bahwa efisiensi dan keberlanjutan bisa berjalan seiring.”

Menjaga Laut, Menjaga Nilai

Baca juga : Lewat Innovillage 2025, Telkom Dorong Mahasiswa Hadirkan Inovasi Digital

Namun PIS tidak berhenti di teknologi. Bagi mereka, menjaga laut berarti menjaga nilai kemanusiaan. Program sosial seperti transplantasi karang, pengelolaan sampah, dan bantuan alat kebersihan untuk sekolah di Pulau Kelapa menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

“Anak-anak harus tumbuh dengan kesadaran bahwa laut bukan tempat sampah. Kami ingin generasi muda memahami bahwa oksigen yang mereka hirup sebagian besar berasal dari laut yang sehat,” kata Murwoto Hadi Prayitno.

Coastal Clean Up. [Foto: Dok PPL]

Program ini juga menggerakkan ekonomi komunitas pesisir. Melalui kerja sama dengan Bank Sampah, warga dilibatkan dalam pengumpulan dan pemilahan limbah laut. Sementara kelompok nelayan lokal diajak memantau area transplantasi karang agar tidak rusak oleh jaring atau jangkar kapal.

“Dengan model ini, keberlanjutan bukan hanya proyek CSR sesaat, tapi ekosistem sosial-ekonomi yang hidup,” ujar Baron menambahkan.

Baca juga : PLN Indonesia Power Menang ASEAN Energy Awards Berkat Inovasi Hijau

Kehormatan dari Laut, Untuk Dunia

Semua upaya itu akhirnya diakui secara internasional. PIS meraih MSCI ESG Provisional Rating BBB, skor tertinggi di industri maritim nasional. Peringkat ini menandai bahwa pengelolaan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) PIS telah berada di jalur perusahaan pelayaran dunia.

“Ini bukan soal penghargaan, tapi tentang arah,” ujar Vega Pita. “Kami ingin memastikan bahwa setiap tetes bahan bakar yang kami gunakan, setiap kapal yang kami jalankan, memberi manfaat bukan hanya bagi pemegang saham, tapi juga bagi planet ini.”

Bagi PIS, pelayaran hijau bukan tren sesaat, melainkan laku hidup. Dalam pandangan mereka, bisnis maritim hanya bisa berkelanjutan jika laut tetap hidup. “Indonesia ini negeri maritim,” kata Baron menutup percakapan sore itu. “Dan laut adalah rumah kita bersama. Menjaganya berarti menjaga masa depan bangsa.”

Baca juga : PLN Hijaukan Energi, Kuatkan Negeri

Sore di Pulau Kelapa Dua, matahari perlahan tenggelam di balik horizon barat. Di bawah permukaan, karang-karang muda yang baru ditanam mulai menempel pada rangka baja, tumbuh menjadi rumah baru bagi ikan-ikan kecil. Di atas kapal, bendera merah putih berkibar lembut diterpa angin laut.

Di sinilah makna sejati pelayaran hijau: bukan sekadar teknologi rendah emisi atau rating ESG tinggi, tapi kesadaran bahwa laut adalah urat nadi kehidupan — dan setiap inovasi, sekecil apa pun, adalah doa bagi bumi yang ingin terus bernapas. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.