Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Indonesia bertekad menjadi negara poros maritim sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Hal ini dapat dicapai hanya dengan menciptakan ekonomi maritim kompetitif yang bergerak di tingkat regional maupun global,” jelasnya.
Patrushev menegaskan, Rusia memiliki potensi besar di sektor industri, ilmu pengetahuan, teknologi, dan sumber daya manusia dan siap berbagi pengalaman dengan Indonesia.
“Saya yakin pengembangan kerja sama Rusia–Indonesia secara komprehensif di bidang-bidang tersebut akan memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian tujuan nasional Indonesia,” ujarnya.
Baca juga : Didukung Anggota DPRD DKI, Pemprov Biayai Korban Ledakan Di SMAN 72
Lebih lanjut, Patrushev menyebut Moskow dan Jakarta ber peluang membentuk klaster galangan kapal bersama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
Dia juga menawarkan proyek pembangunan kapal penangkap ikan, kapal penumpang dan kapal pendukung lainnya untuk memperkuat armada maritim Indonesia.
Selain itu, Rusia juga memaparkan sejumlah inisiatif strategis dalam pengembangan jalur pelayaran dan konektivitas maritim internasional.
Baca juga : Bupati Ponorogo Tersangka Tiga Klaster Kasus Korupsi
Patrushev menegaskan, Rusia mendukung upaya Indonesia memperkuat sektor kelautan dan industri pendukungnya sebagai bagian dari penguatan ekonomi nasional berbasis maritim.
Pengamat hubungan interna sional Teuku Rezasyah mengatakan, Indonesia perlu menekankan kepada komunitas internasional bahwa BRICS berlandaskan kesepahaman ekonomi, pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan kualitas pembangunan. Tidak dirancang untuk berbenturan dengan blok atau kekuatan ekonomi mana pun.
“BRICS juga berkomitmen menyesuaikan diri dengan aturan hukum internasional. Termasuk ketentuan organisasi perdagangan dunia (World Trade Organi zation/WTO). Sehingga setiap langkahnya selaras dengan prinsip tata kelola global yang baik, transparan dan berkeadilan,” jelas Rezasyah di Jakarta (10/9/2025).
Baca juga : 17 Wasit Dan Bos Klub Ditangkap, Krisis Moral Sepak Bola Turki
Selain itu, untuk kalangan internal BRICS, Rezasyah menilai, Indonesia perlu mendorong koordinasi reformasi ekonomi guna memperkuat ketahanan kolektif, agar pertumbuhan negara anggota dapat semakin mendekati kinerja ekonomi China sebagai motor utama BRICS.
BRICS juga perlu membangun sosialisasi lintas generasi untuk menanamkan nilai solidaritas kolektif yang tidak hanya bersifat jangka pendek. Melainkan mampu mengikat komitmen antar negara anggota dalam jangka panjang. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya