Dark/Light Mode

Malaysia Mau Klaim Durian, Zulhas: Indonesia Lebih Berhak

Minggu, 16 November 2025 21:38 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan menanam bibit durian musang king. (Dok. Kemenko Pangan)
Menko Pangan Zulkifli Hasan menanam bibit durian musang king. (Dok. Kemenko Pangan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menanggapi wacana Malaysia yang ingin menetapkan durian sebagai buah nasional. Zulhas menegaskan bahwa Indonesia memiliki dasar yang jauh lebih kuat untuk mengklaim durian sebagai buah nasional.

“Indonesia memproduksi hampir 2 juta ton durian pada 2024 menurut BPS. Angka ini jauh di atas Malaysia. Dengan fakta ini, saya kira Durian adalah Buah Nasional Indonesia,” ujar Zulhas.

Baca juga : Keren! UIN Jakarta Masuk 150 Kampus Top Dunia, Selevel Cornell, Top 1 Indonesia

Data BPS 2024 menunjukkan produksi durian Indonesia mencapai 1,96 juta ton, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Produksi terbesar berasal dari sentra-sentra durian di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Sementara itu, sejumlah laporan regional menyebut produksi Malaysia jauh lebih rendah, meski nilainya meningkat lewat ekspor varietas premium seperti Musang King.

Zulhas menambahkan, durian bukan hanya komoditas, tetapi juga budaya dan sumber hidup jutaan petani. 

Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Chile (2)

“Kalau bicara simbol nasional, ya harus berdiri di atas data dan realitas. Durian Nusantara itu kekuatan kita di Asia. Menurut data BRIN, Indonesia punya 21 dari 27 spesies durian yang dikenal di dunia dan hingga 2024 sekitar 114 terdaftar varietas unggul baru," paparnya. 

Untuk memperkuat posisi Indonesia, pemerintah akan mendorong branding “Durian Nusantara”, meningkatkan standar produksi, dan memperluas potensi ekspor olahan durian ke pasar global.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.