Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kinerja UUS BTN 5 Tahun Terakhir Melesat, Muluskan Spin-off BSN
Selasa, 18 November 2025 12:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemisahan (spin-off) Unit Usaha Syariah (UUS) atau BTN Syariah menjadi PT Bank Syariah Nasional (BSN), turut didukung kinerja UUS BTN yang selama lima tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan.
Secara Compound Annual Growth Rate (CAGR) periode 2020-2024, aset tumbuh 16,36 persen. Dari sisi pembiayaan tumbuh 15,04 persen dan Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 20,12 persen.
Kontribusi UUS terhadap total aset BTN juga meningkat dari 9,14 persen pada 2020 menjadi 12,90 persen pada tahun 2024.
“Pertumbuhan yang konsisten ini menunjukkan kesiapan UUS BTN untuk berdiri sendiri sebagai entitas bank umum syariah penuh,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam RUPSLB BTN di Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Nixon menjelaskan, setelahsspin-off, seluruh aset dan kewajiban UUS BTN akan resmi dialihkan ke BSN. Proses finalisasi pelimpahan tersebut akan ditetapkan dalam RUPSLB BSN pada 19 November 2025, sehari setelah BTN menggelar RUPSLB untuk melepas hak dan kewajiban UUS.
Baca juga : Akhir Tahun, Pemerintah Lanjutkan Stimulus Ekonomi
“Dengan penggabungan tersebut, aset BSN mencapai Rp 71,3 triliun, menjadikannya bank umum syariah dengan aset terbesar kedua di Indonesia,” ujarnya.
BTN juga telah menyiapkan Group Principle Guideline (GPG) sebagai pedoman tata kelola antara induk dan anak perusahaan.
Pedoman ini menjadi landasan untuk menyelaraskan kebijakan, memastikan konsistensi dan standardisasi, meningkatkan akuntabilitas, mendukung kepatuhan terhadap regulasi, mendorong efisiensi dan sinergi, serta memfasilitasi adaptabilitas.
Jaringan UUS BTN saat ini mencakup 35 Kantor Cabang Syariah (KCS), 76 Kantor Cabang Pembantu Syariah (KCPS), dan 589 Kantor Layanan Syariah yang tersebar di berbagai daerah. Infrastruktur teknologi yang sebagian besar telah terpisah dari induk, serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, membuat UUS BTN dinilai siap beroperasi secara mandiri.
Nixon melanjutkan, dalam menghadapi industri perbankan yang semakin kompetitif, BSN akan mengimplementasikan Corporate Plan 2025-2029 yang berfokus pada lima strategi utama.
Baca juga : Tunda Laporan Kinerja APBN 2025, Sri Mulyani Sibuk Banget
Di antaranya, memperkuat pembiayaan berprinsip syariah yang berkelanjutan, memperkuat pengelolaan risiko pembiayaan dengan menurunkan Non Performing Financing (NPF), menggenjot dana murah (low-cost fund) melalui inovasi digital, meningkatkan fleksibilitas based income, serta memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan segmen milenial.
“Sebagai induk, BTN memiliki posisi kuat untuk mendukung penguatan BSN. Sinergi BTN dan BSN akan menciptakan pertumbuhan berimbang antara bisnis konvensional dan syariah,” tuturnya.
Sekaligus memperkuat citra BTN sebagai grup perbankan nasional yang inklusif, inovatif, dan berorientasi pada perbankan berkelanjutan (sustainability banking).
“Dengan disetujuinya pemisahan ini, seluruh hak, kewajiban, dan tanggung jawab UUS BTN akan beralih kepada BSN secara efektif pada tanggal efektif pemisahan yang akan ditetapkan dalam waktu dekat,” ujar Nixon.
Status Karyawan
Mengenai status karyawan yang terdampak spin-off, Nixon menyebutkan bahwa pegawai BTN yang saat ini bertugas di BSN masih berstatus penugasan selama kurang lebih dua tahun.
Baca juga : Kinerja Ekonomi Nasional Tetap Kokoh: Inflasi Terkendali, Manufaktur Ekspansif
Setelah itu, keputusan terkait status kepegawaian akan dipertimbangkan berdasarkan kinerja masing-masing.
“Kami memberikan garansi kenaikan gaji dan peluang karir yang lebih baik, agar pegawai betah dan termotivasi,” kata Nixon.
Sementara itu, untuk karyawan Bank Victoria Syariah (BVS) yang tidak bergabung dengan BSN, BTN hanya mengambil yang bersedia ikut serta, sekitar 60-70 orang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya