Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bosch Bangun Pabrik Baru Berkonsep Modular Di Cikarang
Rabu, 19 November 2025 13:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bosch, perusahaan penyedia teknologi dan layanan global, memulai pembangunan fasilitas manufaktur terbarunya di Deltamas Industrial Estate, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (19/11/2025).
Acara peletakan batu pertama (grounbreaking) turut dihadiri Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, yang mewakili Menteri Perindustrian; Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste; Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko Pembangunan Kewilayahan, Odo R.M. Manuhutu; serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Fasilitas baru yang berdiri di atas lahan 82.000 meter persegi itu dirancang dengan konsep modular dan akan dikembangkan bertahap untuk memperluas kapasitas produksi Bosch di Indonesia. Lokasi ini nantinya menggantikan pabrik Bosch di Cikarang yang selama ini memproduksi komponen otomotif dan perangkat elektronik.
Tahap pertama pembangunan ditargetkan selesai pada kuartal I-2027 dengan investasi awal sekitar 25 juta euro. Selain memproduksi electronic control units (ECUs) dan engine cooling fans (ECF), pabrik baru juga akan menghasilkan produk teknologi bangunan serta berperan sebagai pusat lokalisasi untuk memperkuat ekosistem industri nasional.
Baca juga : Trans Banjarbakula: Mewujudkan Janji Angkutan Publik Yang Modern Di Banua
President of Bosch for Region Asia Pacific South, Vijay Ratnaparkhe mengatakan, Indonesia merupakan pasar strategis bagi Bosch karena memiliki basis konsumen besar, pasar mobilitas yang kuat, serta tenaga kerja yang kompetitif.
“Fasilitas manufaktur ini mendukung pendekatan produksi local-for-local, sehingga Bosch dapat merespons perubahan permintaan pelanggan secara lebih lincah dan menangkap peluang pertumbuhan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dirjen ILMATE Setia Diarta menyampaikan, apresiasi atas komitmen investasi Bosch yang dinilai relevan dengan agenda pemerintah memperkuat struktur industri dalam negeri.
“Pembangunan pabrik ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap Indonesia sebagai pusat manufaktur. Kami berharap Bosch terus menjadi mitra strategis dalam meningkatkan daya saing industri nasional serta mendukung peningkatan kandungan lokal, termasuk pada program LCEV,” kata Setia Diarta.
Investasi Bosch sejalan dengan pertumbuhan positif industri manufaktur Indonesia. Pada triwulan III-2025, sektor industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,54 persen (YoY), lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,04 persen. Sektor ini berkontribusi 17,39 persen terhadap PDB dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 20,31 juta orang. Adapun ekspor manufaktur Januari–September 2025 tercatat 60,25 miliar dolar AS, atau 81 persen dari total ekspor nasional.
Fasilitas Cikarang akan menjadi pabrik Bosch pertama yang menerapkan konsep modular. Konsep ini memungkinkan berbagai unit bisnis dengan proses produksi berbeda beroperasi dalam satu lokasi.
Baca juga : Perluas Jangkauan Pasar, MODENA Buka Home Center di Yogyakarta
“Ini bukan hanya perluasan kapasitas, tetapi juga transformasi cara kami beroperasi. Unit bisnis dapat dengan cepat menambah atau memperluas lini produksi sesuai kebutuhan pasar,” kata Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Riegger.
Pirmin menambahkan seluruh operasional pabrik akan dikelola talenta lokal, termasuk pengembangan kompetensi teknis dalam teknologi manufaktur. Fasilitas tersebut juga akan menyediakan opsi penyewaan bagi mitra eksternal untuk memastikan pemanfaatan sumber daya secara efisien.
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste menegaskan, kerja sama Indonesia–Jerman memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Ia menyebut keberadaan perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia–Uni Eropa turut membuka akses pasar lebih luas dan memperkuat integrasi rantai pasok.
“Kerja sama ini juga mendukung program Making Indonesia 4.0 yang bertujuan mempercepat transformasi digital industri nasional,” ujarnya.
Baca juga : Laba Krom Bank Naik Hingga 17 Persen Tembus Rp 161,64 Miliar Di Kuartal III-2025
Dengan pembangunan fasilitas tersebut, Bosch menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam meningkatkan kemampuan lokal, mentransfer teknologi, serta menyediakan solusi berkelanjutan bagi pasar Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya