Dark/Light Mode

Bangun Gudang Di Wilayah 3T, Bulog Siap Amankan Kualitas Stok Beras

Jumat, 21 November 2025 06:35 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/RM.id)
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/RM.id)

 Sebelumnya 
Tujuannya, untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam kesiapan pelaksanaan pembangunan infrastruktur pasca panen, sehingga pekerjaan proyek ini berjalan cepat, tepat dan berkualitas. 

“Kami diamanahkan Presiden untuk membangun 100 infrastrukur pasca panen, sebagai jawaban atas meningkatnya produksi pangan nasional,” ujar Rizal di Jakarta, Rabu (12/11/2025). 

Rizal menegaskan, proyek ini tidak sekadar soal infrastruktur. Tetapi juga tentang kedaulatan pangan dan keadilan akses bagi seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Terpencil). 

Karenanya, pembangunan gudang-gudang ini akan diprioritaskan di wilayah yang sulit dijangkau. Misalnya, di Nias Selatan, Morotai dan wilayah lainnya, yang begitu musim pasang, airnya tinggi atau ketika musim barat, kapal tidak bisa berlayar. 

Baca juga : Pemerintah Tingkatkan SDM Unggul Dan Hilirisasi

“Sedangkan di sana belum ada gudang. Nah, ini prioritasnya seperti itu. Saudara-saudara kita di 3T berhak atas pangan yang terjamin,” katanya. 

Rizal melanjutkan, pembangunan 100 IPP mencakup gudang penyimpanan beras dan jagung, fasilitas pengering (dryer), unit penggilingan (RMU/Rice Milling Unit), silo dan Rice to Rice (RTR) berbasis teknologi modern. Namun, kapasitas gudang yang akan dibangun berbeda-beda karena disesuaikan luas lahan persawahan di wilayah masing-masing. 

Lalu akan dilihat, apakah daerahnya penghasil beras dan jagung terbanyak atau tidak. Ukuran gudang akan mulai dari tipe kecil, dengan kapasitas 1.000-7.000 ton. 

“Kalau lumbung pangan besar berarti dibikinkan gudang besar. Tapi, kalau tidak punya lumbung pangan, mohon maaf hanya gudang kecil saja,” tuturnya. 

Baca juga : Trauma Ledakan Perlu Diatasi Sesegera Mungkin

Dalam proses pembangunan ini, pihaknya juga melibatkan Danantara, sebagai badan pengelola investasi BUMN. 

“Harapannya, saat panen raya tahun 2026, sudah ada gudang yang bisa menampung serapan gabah. Semoga tidak ada kendala,” harapnya. 

Adapun pembangunan gudang baru Bulog ini telah mendapatkan Surat Keputusan Bersama (SKB) dari Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait. Program ini didukung pendanaan sebesar Rp 5 triliun dari dana investasi Pemerintah non-permanen Cadangan Jagung Pemerintah 2025. 

Pihaknya juga terus melakukan extra effort dalam menjaga kualitas beras selama penyimpanan hingga penyaluran ke masyarakat. Mengingat penyerapan produksi dalam negeri yang dilakukan Bulog tembus lebih dari 3 juta ton. 

Baca juga : Kasus KSU Dan Akuisisi Saham PT JN, Eks Dirut ASDP Divonis 4,5 Tahun

“Hingga 10 November 2025, kami telah menyalurkan beras SPHP sebanyak lebih dari 603 ribu ton,” ucapnya. 

Namun, bila terdapat tanda-tanda penurunan kualitas, pihaknya segera melakukan tindakan cepat seperti pemisahan, reprocessing (pengolahan ulang). Atau pemilahan menggunakan mesin modern, sehingga hanya beras yang memenuhi standar yang akan disalurkan ke masyarakat. 

“Kami melakukan berbagai langkah penjaminan kualitas, sebelum stok disalurkan. Kami pastikan beras yang diterima masyarakat adalah beras layak konsumsi dan sehat,” tegasnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.