Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Poktan Cibinong Sukses Tanam Padi di Lahan Terbatas Pakai Air Kolam Lele
Jumat, 21 November 2025 10:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masyarakat terus menunjukkan inovasi dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan. Di Bogor, Jawa Barat, kelompok tani (poktan) berhasil menanam padi di lahan terbatas, bahkan menggunakan kolam terpal berukuran kecil.
Inovasi ini dilakukan oleh komunitas pegiat lingkungan di Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, tepatnya di wilayah RW 03 dan RW 011.
Pendamping Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Akhmad Danial, mengatakan bahwa masyarakat di Kabupaten Bogor tengah gencar melakukan berbagai upaya ketahanan pangan, terutama di sektor pertanian.
Menurutnya, keberhasilan menanam padi di lahan sempit merupakan capaian membanggakan sekaligus terobosan baru.
“Menanam cabe, kangkung, bayam, jagung, atau pokcoy di Cibinong itu sudah biasa. Tapi menanam padi di tengah perkotaan seperti Cibinong, itu baru luar biasa,” ujar Danial.
Baca juga : Bojan Hodak Puji Performa Teja Paku Alam
Di RW 011, Pakansari, penanaman padi dilakukan oleh Poktan Batu Hideung di atas lahan seluas kurang lebih satu hektare. Lahan tersebut merupakan bagian dari Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Bougenville, calon Jawara.
“Ini termasuk luar biasa untuk Kecamatan Cibinong yang merupakan ibu kota Kabupaten Bogor. Camat Cibinong, Bapak Acep Sajidin, juga cukup terkejut saat menghadiri panen karena ternyata masih ada lahan padi di Cibinong,” ujarnya.
Meski demikian, metode tanam yang digunakan di RW 011 masih konvensional karena padi ditanam di lahan luas dan mendatar.
Keberlanjutan program juga memiliki tantangan karena lahan tersebut bukan milik poktan, melainkan hak guna, sehingga rentan berubah fungsi jika pemilik memerlukan lahannya kembali.
Sementara itu, di RW 03 Pakansari, padi diuji coba ditanam di lahan sempit, hanya sekitar 12 meter persegi. Selain itu, padi juga ditanam menggunakan kolam terpal berukuran kecil.
Baca juga : Proyek Pani EMAS Bakal Jadi Jagoan Tambang Emas Primer di Asia Pasifik
Danial menjelaskan bahwa menurut laporan Ketua KRL Cempaka, Sriyanto, pertumbuhan padi sangat baik sejak awal penanaman. Bulir padi mulai muncul saat memasuki usia tanam dua bulan.
“Alhamdulillah, masih butuh sekitar satu bulan lagi sampai padinya benar-benar berisi,” tuturnya.
Yang lebih mengejutkan, penanaman padi ini sangat hemat biaya. Tidak diperlukan pupuk kimia, dan perawatannya pun sederhana.
“Untuk pengairan dan pupuk, digunakan air kurasan kolam lele. Air itu kaya nutrisi sehingga bisa menggantikan pupuk kimia. Jadi selain untuk menyiram, air kolam ini berfungsi sebagai pupuk organik cair (POC),” jelasnya.
Danial meyakini, jika model penanaman padi di lahan terbatas ini terus berjalan baik, metode tersebut dapat menjadi proyek percontohan di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.
Baca juga : Berkat KUR BRI, Pedagang Nanas Sukses Kembangkan Produk Olahan Diminati Pasar
Namun, ia menekankan perlunya koordinasi dengan dinas pertanian serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
“Ke depan, bukan hanya sayuran dan ikan yang kita hasilkan, tapi juga nasi dari padi yang ditanam sendiri,” tutup Danial.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya