Dark/Light Mode

Perkuat Kolaborasi Global, AFTECH Gelar Roundtable Discussion 2025

Kamis, 27 November 2025 17:31 WIB
Perwakilan sejumlah kedutaan besar, lembaga multilateral, dan institusi pembangunan internasional menghadiri diskusi AFTECH & Friends of Fintech Roundtable 2025. (Dok. AFTECH)
Perwakilan sejumlah kedutaan besar, lembaga multilateral, dan institusi pembangunan internasional menghadiri diskusi AFTECH & Friends of Fintech Roundtable 2025. (Dok. AFTECH)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) kembali memperkuat kerja sama internasional melalui penyelenggaraan AFTECH & Friends of Fintech for Financial Inclusion Roundtable Discussion 2025 pada Senin (24/11/2025). Kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 bertemakan Bridging the Gaps: Inclusion, Innovation, and the Future of Digital Finance". 

Wakil Ketua Umum II AFTECH Budi Gandasoebrata menegaskan, forum roundtable ini telah berlangsung secara berkelanjutan selama enam tahun. Telah menjadi bagian penting dari komitmen AFTECH dalam memfasilitasi dialog produktif nasional dan internasional.

“Tidak ada satu lembaga pun yang dapat mendorong inklusi keuangan secara optimal tanpa kolaborasi yang terarah. Temuan AMS menjadi panduan. Namun, nilai sesungguhnya muncul ketika kita menyelaraskan inisiatif, berbagi pembelajaran, dan memetakan langkah bersama. Tantangannya terus berkembang, dan kemitraan lintas pemangku kepentingan menjadi semakin penting untuk memperkuat ekosistem layanan keuangan digital Indonesia,” kata Budi, dalam keterangannya, Kamis (27/11/2025). 

Ia menambahkan bahwa AFTECH akan menindaklanjuti hasil diskusi melalui kolaborasi konkret bersama pemerintah, lembaga internasional, dan pelaku industri. Tujuannya agar solusi inovatif dapat diimplementasikan secara bertahap untuk menjawab kesenjangan inklusi yang teridentifikasi dalam AMS 2024-2025.

Baca juga : Indonesia Perkuat Kolaborasi Global Pengelolaan Gambut Tropis di COP30

Diskusi menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut yang mencerminkan kebutuhan mendesak akan ekosistem keuangan digital yang inklusif. Sehingga dapat mendukung pertumbuhan sektor riil prioritas. 

Di antara yang disoroti peserta misalnya perluasan akses pembiayaan di luar Jawa melalui alternative credit scoring berbasis data transaksi UMKM, penguatan infrastruktur keuangan digital, keterhubungan e-invoicing untuk mendorong efisiensi rantai pasok, integrasi data non-keuangan seperti pertanian dan hubungan kerja untuk mengukur kemampuan bayar pekerja informal.

Forum sepakat membangun mekanisme koordinasi lintas lembaga yang lebih efektif, memperbarui perkembangan setiap enam bulan, dan memperkuat peran AFTECH sebagai pusat kolaborasi antar-stakeholder agar berbagai program dapat memberikan dampak sistemik.

Ketua Umum AFTECH, Pandu Sjahrir menegaskan bahwa kolaborasi internasional menjadi fondasi penting untuk memperkuat inklusi dan keamanan ekosistem fintech Indonesia.

Baca juga : Di COP30 Brazil, Pertamina Perkuat Kolaborasi Global Atasi Perubahan Iklim

“Negara yang berhasil memajukan inklusi keuangan adalah negara yang mampu memadukan inovasi teknologi dengan koordinasi lintas lembaga dan kemitraan global. Karena itu, AFTECH akan terus menginisiasi kolaborasi multipihak agar tantangan terkait akses, literasi, maupun kepercayaan publik dapat dihadapi secara lebih efektif,” ungkap Pandu.

Pandu menambahkan bahwa AFTECH akan memperkuat langkah tindak lanjut pasca-roundtable, termasuk melalui advokasi berbasis data, peningkatan keamanan dan tata kelola digital melalui kampanye #FintechAmanTerpercaya, serta inovasi yang mendukung produktivitas sektor riil.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, masyarakat turut diundang berpartisipasi dalam rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 dengan mengakses program edukasi dan literasi, Virtual Job Fair yang menyediakan lebih dari 154 lowongan kerja sektor fintech, lebih dari 48 promo spesial, serta lebih dari 26 kegiatan edukasi yang berlangsung sepanjang periode 11.11 hingga 12.12 melalui website resmi dan aplikasi Bulan Fintech Nasional.

Puncak kegiatan akan digelar melalui Conference & Expo BFN Fest pada 10-11 Desember 2025 di The Kasablanka Hall, Jakarta. AFTECH mengajak masyarakat menjadi bagian dari gerakan ekonomi digital inklusif dan terpercaya, bergabung dalam ekosistem fintech nasional, dan menjadi #SiPalingFintech melalui kampanye #FintechAmanTerpercaya. 

Baca juga : APP Group Perkuat Kolaborasi Restorasi Hutan Tropis Di COP30

Forum ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan industri, regulator, dan mitra global untuk mempercepat perluasan inklusi keuangan digital serta memperkuat kepercayaan publik melalui tata kelola dan ekosistem digital yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Acara ini dihadiri perwakilan kedutaan besar Singapura, Swiss, Australia, Amerika Serikat, dan India; lembaga multilateral seperti International Finance Corporation (IFC) – World Bank, ILO, program kerja sama ekonomi bilateral, dan berbagai institusi pembangunan internasional yang secara konsisten mendukung agenda inklusi digital di Indonesia. Pembahasan diskusi menyoroti temuan Annual Members Survey (AMS) 2024–2025, termasuk tingginya konsentrasi pengguna fintech di Jawa, kesenjangan akses bagi pekerja informal, kebutuhan infrastruktur digital publik, serta meningkatnya kasus penipuan (scam) yang menggerus kepercayaan publik. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.