Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Puan Maharani Ajak Media Kawal Transformasi DPR Lewat Pemberitaan Berimbang
Jumat, 5 Desember 2025 19:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua DPR Puan Maharani mengajak media massa turut mengawal agenda besar transformasi DPR melalui pemberitaan yang berimbang dan berbasis verifikasi.
Seruan tersebut disampaikan dalam forum “Ngariung Bareng DPR: Refleksi Akhir Tahun” bertema Peran Media dalam Mewujudkan Transformasi DPR, yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/12/2025). Acara ini diikuti ratusan jurnalis Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP).
Puan hadir bersama Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Utut Adianto, sejumlah pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD), Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar, serta Ketua KWP, Ariawan.
Dalam kesempatan itu, ia mengawali sambutan dengan mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah terdampak bencana hidrometeorologi.
Melanjutkan pernyaataannya, Puan menegaskan bahwa transformasi DPR tengah berjalan sebagai agenda jangka panjang yang membutuhkan konsistensi.
Baca juga : Bahlil Lahadalia: Merawat Diplomasi Internasional Bagian Tanggungjawab Golkar
Perubahan tersebut, katanya, tidak dilakukan secara reaktif, melainkan melalui perencanaan menyeluruh terhadap aspek teknis maupun substansi.
“Transformasi DPR ini betul-betul niat baik. Tapi memang perlu waktu, tidak bisa cepat. Banyak hal yang bertahap kami benahi,” ujarnya.
Ia mencontohkan penataan kawasan bebas rokok, peningkatan standar keamanan gedung, hingga pembenahan tata kelola internal.
Puan menambahkan bahwa kebijakan moratorium perjalanan luar negeri anggota DPR tetap diberlakukan secara ketat, kecuali untuk misi diplomasi yang wajib dihadiri pimpinan DPR.
Media Diminta Jaga Ruang Publik Tetap Sehat
Dalam dialog terbuka dengan jurnalis, Puan mengungkapkan keprihatinan terhadap maraknya pemberitaan yang dinilai tidak proporsional dan dapat menimbulkan persepsi keliru publik terhadap DPR.
Baca juga : JIHN Ajak Publik Kawal Pemerintahan Prabowo Berantas Korupsi
Karena itu, ia meminta insan pers menjunjung etika jurnalistik, termasuk prinsip verifikasi, keseimbangan, dan akurasi.
“Kalau ada satu dua anggota yang salah, jangan sampai merusak citra seluruh lembaga. Ada 580 anggota DPR yang bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat,” tegasnya.
Puan juga mengingatkan agar pemberitaan mempertimbangkan dampaknya terhadap keluarga narasumber maupun stabilitas sosial, terutama menjelang fase politik menuju Pemilu 2029.
“Transformasi DPR tidak mungkin berjalan tanpa dukungan media. Berita dari DPR sampai ke publik hanya melalui media,” ujarnya.
Puan menilai, kedekatan dan komunikasi yang sehat antara DPR dan wartawan diperlukan untuk mencegah kesalahpahaman serta menjaga kualitas informasi politik di ruang publik.
Baca juga : Gebrakan Perubahan, Menteri Agus Terima Penghargaan Transformational Leader
“DPR dan media itu seperti keluarga besar. Beda pendapat itu wajar, tapi perlu ruang dialog,” katanya.
Ia menegaskan, DPR terbuka terhadap kritik selama disampaikan secara objektif dan tidak memecah belah. Harapan 2026:
Menutup pernyataan, Puan berharap hubungan DPR dan media semakin konstruktif pada 2026. Ia menyebut evaluasi fasilitas, tunjangan, dan tata kelola internal akan tetap menjadi bagian dari agenda pembenahan kelembagaan.
“Saya mohon dukungan media untuk proses transformasi DPR. Semoga tahun depan hubungan kita semakin baik,” ujarnya.
Forum “Ngariung Bareng DPR” menjadi ruang dialog antara pimpinan DPR dan Koordinatoriat Wartawan Parlemen sebagai upaya memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem informasi politik nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya