Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kopdes Metuk Di Boyolali Kerek Kesejahteraan Warga
Buka Gerai Sembako Hingga Klinik Kesehatan Raup Omzet Rp 175 Juta
Selasa, 9 Desember 2025 07:20 WIB
Sebelumnya
Aditya menyebut, layanan pesan antar via WhatsApp jadi favorit. Terutama bagi ibu rumah tangga dan lansia yang kesulitan membawa belanjaan banyak.
Menurut Sumono, perkembangan Kopdes Metuk yang pesat tidak lepas dari prinsip transparansi. Warga juga memiliki semangat berkoperasi yang kuat, sehingga mudah terlibat dan merasa memiliki.
Semua anggota bisa memantau simpanan, transaksi, hingga poin belanja melalui sistem digital. “Dari kita, oleh kita, untuk kita. Semua terbuka,” ujar Sumono.
Menurut Sumono, masih ada tantangan yang tersisa. Unit simpan pinjam, klinik dan apotek belum beroperasi karena masih menunggu perizinan. “Pengurus berharap akhir tahun semua izin selesai,” ujarnya.
Baca juga : Ahmad Irawan: Kami Akan Kaji Dan Bicarakan Secara Rinci
Dukungan warga menjadi bahan bakar utama gerak Kopdes Metuk. Konsumen seperti San, ibu muda yang hampir setiap hari berbelanja di Kopdes, mengaku hidup jauh lebih mudah. “Harganya terjangkau dan lengkap. Enggak perlu lagi ke kecamatan,” katanya.
Sulistiani, pembeli lainnya, bilang Kopdes membuat usaha kecil di desa lebih cepat berkembang. “Masyarakat jadi lebih makmur,” cetusnya.
Pengalaman Metuk menjadi contoh bagaimana Kopdes bisa tumbuh cepat bila didukung infrastruktur digital dan tata kelola modern. Inilah yang ingin dibangun pemerintah lewat program kopdes.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pihaknya terus memperkuat konektivitas, literasi digital, hingga integrasi aplikasi keuangan agar model koperasi modern seperti Metuk dapat direplikasi di desa-desa lain. Menurut Meutya, sesuai Instruksi Presiden, ada dua langkah utama yang dijalankan Kemkomdigi. Pertama, memastikan ketersediaan infrastruktur internet di wilayah koperasi. Kedua, menyiapkan pelatihan atau upskilling bagi pengurus agar mampu mengelola koperasi secara digital.
Baca juga : Ujang Bey: Aturan Ini Belum Terlalu Dibutuhkan
“Harapannya koperasi dapat memberikan layanan yang lebih efisien, transparan, dan mudah, baik bagi pengurus maupun anggota,” ujar Meutya.
Dalam upaya memperkuat digitalisasi koperasi, Kemkomdigi telah berkoordinasi dengan Kementerian Koperasi (Kemenkop) untuk mengintegrasikan Digitalent Academy, platform pelatihan digital milik Kemkomdigi, dengan super apps koperasi yang sedang dikembangkan. Integrasi itu dirancang untuk mendukung pengelolaan data anggota, transaksi nontunai, dan monitoring kinerja koperasi secara real time.
“Kami tidak hanya fokus pada pelatihan, tapi membangun ekosistem digital yang memudahkan pengelolaan koperasi secara modern dan partisipatif,” ujar Meutya.
Kopdes Metuk juga menarik perhatian Pemerintah. Bupati Boyolali Agus Irawan menyebut koperasi ini sebagai model pusat ekonomi baru desa. Sementara Menteri Koperasi Ferry Juliantono, yang meresmikan Kopdes Metuk medio Oktober lalu ikut memberikan apresiasi. Menurut dia, bangunan dan manajemennya Kopdes Metuk sudah “melampaui standar koperasi desa”.
Baca juga : Menhub Perintahkan Petugas Siaga 24 Jam
“Kopdes seperti ini membuktikan bahwa ritel gotong royong mampu bersaing sehat dengan ritel modern,” kata Ferry. Menurut dia, Kopdes Metuk adalah contoh tentang bagaimana ekonomi rakyat bisa tumbuh dari desa, untuk desa, dan akhirnya untuk negeri. [JAR/BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya